ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Permintaan Peralatan Rumah Tangga Meningkat di Aceh Utara

Istimewa


LHOKSUKON- Permintaan peralatan rumah tangga di Kabupaten Aceh Utara, mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Muktar, salah seorang penjual alat perabot di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara kepada pelita8.com, Selasa (31/5)  mengatakan, permintaan perabotan rumah tangga itu meningkat akibat banyaknya permintaan untuk keperluan rumah tangga orang perkawinan.

“Selama ini banyak yang melaksanakan acara adat perkawinan di daerah tersebut, tidak hanya daerah dimaksud, bahkan dari luar kecamatan tersebut juga banyak yang memesannya,” kata Muktar.

Menurutnya, peralatan rumah tangga yang dimaksud berupa tempat tidur,  lemari dan rata-rata pembeli memilih tempat tidur jenis jati jepara, karena kualitasnya bagus, kayu jati terkenal kokoh dan awet.

Ia menambahkan, stok yang disediakan sekitar 60 persen untuk semua unit item guna memenuhi kebutuhan konsumen, sedangkan untuk harga barang disesuaikan dan biasanya kalaupun ada kenaikan tidak begitu besar.

Menurut Muktar, untuk harga tampat tidur jati jepara bervariasi, ada yang seharga Rp2.800.000 Juta, lemari Rp.2.500.000 Juta, namun ada pula diatas harga tersebut.

Lanjutnya, akibat meningkatnya permintaan bisa mempengaruhi omset bagi penjual, namun kondisi itu tidak setiap saat pula mengalami peningkatan, hanya pada waktu tertentu saja.

“Ketika menjelang bulan Ramadhan seperti saat ini minat pembeli juga meningkat, terlebih pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, tingginya permintaan dimaksud seperti sofa, kursi tamu, meja makan serta berupa lainnya,” ungkapnya. (Zielva / MS)



Perayaan HPN Di Aceh Di Warnai Penyerahan Anugerah PWI Aceh 2016




Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman memberikan penghargaan kepada penerima di Aula Sekdakab Aceh Utara, Senin (30/5) malam. Foto : Dok pelita8.com


LHOKSUKON - Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke- 70 di Aceh diwarnai penyerahan anugerah PWI dan Sahabat PWI Aceh tahun 2016 kepada instansi pemerintahan maupun elemen massyarakat lain. Hal ini, sebagai bentuk wujud penghargaan terhadap mereka yang telah bekerja sama dengan PWI. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Setdakab Kabupaten Aceh Utara, Senin (30/5) malam dihadiri oleh para pejabat Propinsi dan Danrem 011/ Lilawangsa. 

"Para pejabat yang memperoleh anugerah tersebut di antaranya  Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf,  Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, dan Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib alias Cek Mad. Mereka bertiga mendapat penghargaan kategori Anugerah PWI Aceh," kata Yuswardi, panitia pelaksana kepada Pelita8.com.

Sementara untuk kategori sahabat PWI yang selama ini sudah mendukung keberhasilan PWI Aceh dan PWI Kabupaten/Kota diberikan kepada Danrem 011 Lilawangsa, para Kepala daerah, Tokoh Masyarakat Aceh, Pengusaha, pimpinan Kampus dan pimpinan Dewan dan Kepala Sekolah.

Ketua PWI Provinsi Aceh, Tarmilin Usman, mengatakan, pemberian penghargaan itu merupakan wujud terima kasih kepada tokoh-tokoh yang selama ini sudah mendukung dan mempunyai peran besar untuk mendukung keberadaan PWI.

“Pemerintah dan lembaga lainnya diminta tidak perlu takut dengan keberadaan wartawan, pasalnya profesi wartawan juga telah diatur dalam Undang-Undang sehingga tidak bisa disalahgunakan. Tugas wartawan sebagai control sosial, jika ada wartawan yang melakukan pelanggaran atas dasar kode etik jurnalistik, maka silahkan laporkan kepada pihak Kepolisian,” sebut Tarmilin Usman. (Zielva/ MS)


Arus Pendek, 8 Kios Di Batuphat Ludes Terbakar

Suasana kios di Pasar Batuphat setelah terjadi kebakaran Selasa, (31/5) dini hari tadi. @M.Sikumbang/Pelita8.com


LHOKSEUMAWE- Delapan kios di pasar Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe di laporkan terbakar, Selasa (31/5) 
 dini hari tadi.

Informasi yang diterima pelita8.com, kejadian tersebut bermula dari sebuah kios yang kemudian merambat ke kios disampingnya hingga semuanya hangus.


"Setelah kita lakukan penyelidikan, kejadiannya pada pukul 03.30 WIB tadi telah terjadi kebakaran 8 unit kios milik masyarakat di pasar Batuphat, Desa Batuphat Timur, Muara Satu, Lhokseumawe," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kapolsek Muara Satu, AKP Achmad Yani, Selasa siang.   

Yani menyebutkan awalnya api tersebut  diduga  terlihat dari salahsatu kios kemudian membesar dan merambat ke kios lainnya . "Api diperkirakan berasal dari arus listrik, dan sekitar  pukul 05.00 WIB baru berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran dari  PT. Arun dua unit, PT. PIM dua unit dan  dari  Pemko Lhokseumawe tiba dilokasi," tambah AKP Yani.    

Menurut Yani, akibat dari kejadian tersebut kerugian di perkirakan sebesar Rp. 80 Juta. "Kita terus menyelidiki akibat kebakaran tersebut," sebut Yani.    

Sementara itu, Yusuf, salah seorang  saksi yang melihat kejadian tersebut ditemuipelita8.com, mengatakan dirinya melihat api kecil dari dalam kios pedagang tersebut. “Awalnya kecil, timbul asap tebal dan kemudian membesar hingga menghanguskan kios-kios tersebut,” sebut Yusuf. (MS)  



Arus Pendek, 8 Kios Di Batuphat Ludes Terbakar

Suasana kios di Pasar Batuphat setelah terjadi kebakaran Selasa, (31/5) dini hari tadi. @M.Sikumbang/Pelita8.com


LHOKSEUMAWE- Delapan kios di pasar Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe di laporkan terbakar, Selasa (31/5) 
 dini hari tadi.

Informasi yang diterima pelita8.com, kejadian tersebut bermula dari sebuah kios yang kemudian merambat ke kios disampingnya hingga semuanya hangus.


"Setelah kita lakukan penyelidikan, kejadiannya pada pukul 03.30 WIB tadi telah terjadi kebakaran 8 unit kios milik masyarakat di pasar Batuphat, Desa Batuphat Timur, Muara Satu, Lhokseumawe," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kapolsek Muara Satu, AKP Achmad Yani, Selasa siang.   

Yani menyebutkan awalnya api tersebut  diduga  terlihat dari salah satu kios kemudian membesar dan merambat ke kios lainnya . "Api diperkirakan berasal dari arus listrik, dan sekitar  pukul 05.00 WIB baru berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran dari  PT. Arun dua unit, PT. PIM dua unit dan  dari  Pemko Lhokseumawe tiba dilokasi," tambah AKP Yani.    

Menurut Yani, akibat dari kejadian tersebut kerugian di perkirakan sebesar Rp. 80 Juta. "Kita terus menyelidiki akibat kebakaran tersebut," sebut Yani.    

Sementara itu, Yusuf, salah seorang  saksi yang melihat kejadian tersebut ditemui pelita8.com, mengatakan dirinya melihat api kecil dari dalam kios pedagang tersebut. “Awalnya kecil, timbul asap tebal dan kemudian membesar hingga menghanguskan kios-kios tersebut,” sebut Yusuf. (MS)  



Istri Bupati Siak, Minta PKK Kecamatan dan Desa Harus Aktif

Fhoto :  Humas Pemkab  Siak, Provinsi Riau Senin (30/05/2016)

Siak - Tim Penggerak PKK kabupaten Siak, Provinsi Riau menghimbau agar PKK kecamatan dan kampung (Desa) yang ada di wilayah kabupaten Siak untuk terus aktif melaksanakan kegiatan, Senin (30/05).

Apalagi katanya, anggaran untuk organisasi wanita tersebut ada di masing-masing kecamatan dan kampung.

Demikian diungkapkan oleh Ketua TP PKK kabupaten Siak Hj. Misnarni Syamsuar yang menjadi sebagai tim penilai kegiatan evaluasi kinerja kecamatan dan penilaian camat terbaik tahun anggaran 2016 beberapa waktu yang lalu.

Kita sudah turun di 14 kecamatan dan langsung mengevaluasi semua kegiatan PKK kecamatan, jelas Misnarni.

Ia juga berharap, TP PKK kecamatan dan desa bisa mengembangkan potensi di wilayah masing-masing untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, istri Bupati Siak ini juga minta agar TP PKK Desa, aktif dalam perencanaan pembangunan di desa dengan usulan-usulan kegiatan berupa program nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Jika dicermati katanya, kegiatan Gerakan PKK senantiasa menekankan prinsip pemberdayan dan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan keluarga.

Jika kita sepakat lanjutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menyediakan kebutuhan seluruh anggotanya, seperti pendidikan dan budi pekerti, kasih sayang, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya, sebagaimana dalam delapan fungsi keluarga, ungkapnya.

Artinya keluarga merupakan fundamental bagi pembangunan manusia, sekaligus barometer kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Dari ke-10 Program Pokok PKK ini dapat tergambar bagaimana peran para pengurus dan kader PKK dalam berbagai upaya pemberdayaan keluarga yang dilaksanakan secara praktis dan dapat langsung dirasakan oleh keluarga dan masyarakat sekitarnya dengan cara bersinergi dengan kegiatan, program dan kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, terang Istri Bupati Siak.

“Sinergi Gerakan PKK dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun Daerah yang juga memiliki tujuan pemberdayaan masyarakat secara umum maupun pemberdayaan keluarga secara khusus dapat dilihat dari berbagai bidang, diantaranya bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kesehatan dan KB, bidang ketahanan pangan dan pengelolaan tata laksana rumah tangga, dan bidang lingkungan hidup,” kata istri Bupati Siak.

Ditambahkan olehnya, berbagai upaya yang dilakukan dalam gerakan PKK kabupaten Siak melalui kader-kadernya seperti yang dipaparkan di atas sangat efektif karena selalu menggunakan metode yang sudah sangat dikenal oleh kalangan masyarakat, seperti berintegrasi dengan kegiatan dan jadwal posyandu, pengajian mingguan Ibu-Ibu di pedesaan, dan arisan.

Keberhasilan gerakan PKK katanya, dapat djadikan sebuah contoh bagi upaya-upaya lain yang bertujuan pemberdayaan keluarga sehingga dapat betul-betul mengenai sasaran yaitu masyarakat yang membutuhkan kemandirian dan tidak selalu bergantung kepada pemberian dari pemerintah. (Rilis/Ril/Ading)


T. Sofianus: Proses Penerimaan Siswa Baru Harus Terbuka

Wakil Ketua DPRK  Lhokseumawe di dampingi Anggota Komisi D Taslim A Rani Fhoto :Ist (Sumber : Jurnal Atjeh)

Lhokseumawe - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, minta dinas pendidikan setempat, agar transparan dalam proses penerimaan siswa baru ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya di Kota Lhokseumawe.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Dua DPRK Lhokseumawe, T. Sofianus alias Pon Cek, pihaknya telah menegaskan kepada kepala dinas terkait, ketika proses penerimaan siswa tahun ajaran 2016-2017 diharapkan tidak ada terjadinya indikasi kecurangan disemua lini, seperti suap menyuap dan surat rekomendasi dari orang tertentu, Senin (30/05).

Poncek menambahkan, disamping itu juga diharapkan kepada dinas pendidikan dan pihak sekolah dapat melakukan proses rekrutmen yang terbuka sesuai dengan aturan yang berlaku.

Lebih lanjut PonCek, menyebutkan bagi para wali murid dan calon siswa jangan menganggap seakan-akan SMA Negeri 1 dan SMP 1 serta beberapa sekolah lainnya merupakan sekolah favorit. Karena semua kualitas sekolah yang ada di kota Lhokseumawe itu sama-sama menggunakan standar Nasional yang di tentukkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Saat ini kami sedang berupaya bagaimana mengubah paradigma seperti itu bisa dihilangkan oleh sebagian kalangan masyarakat,” terang Poncek.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memberikan masukan kepada dinas pendidikan setempat, untuk bisa merubah paradigma masyarakat supaya jangan terlalu memilih sekolah tertentu.

“Artinya kualitas dan fasilitas sekolah yang lain juga sudah memadai, semua standar sekolah yang ada di Kota Lhokseumawe itu sama, tidak ada yang berbeda,” ungkap Poncek.

Disambung olehnya, DPRK Lhokseumawe khususnya Komisi D yang membidangi pendidikan akan melakukan pengawasan proses penerimaan siswa baru. Seandainya terdapat indikasi suap menyuap maka pihaknya akan melakukan proses secara hukum yang berlaku. (Zielva/ Ading)



Wartawan Diminta Ikut UKW, Jika Tidak Bisa Tergilas Regulasi

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman @Acehterkini

LHOKSEUMAWE - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Tarmilin Usman mengatakan bahwa wartawan yang tidak mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) akan tergilas dengan regulasi.
Tarmilin berharap seluruh wartawan Aceh mempersiapkan diri mengikuti uji kompetensi dimaksud. “Kita berharap semua wartawan ikut UKW, kalau tidak nantinya akan tergilas dengan regulasi yang baru,” kata Tarmilin dalam siaran persnya diterima Pelita8.com, Senin, (30/5).
Menurut Tarmilin, anggota PWI Aceh yang dinyatakan sudah berkompetensi sebanyak 144 orang, dari 194 anggota biasa dan 171 anggota muda yang terdaftar di PWI.  Berdasarkan rekapitulasi sampai pelaksanaan UKW ke-V PWI Aceh tercatat sebanyak 22 wartawan utama, 27 madya dan 124 wartawan tingkat muda.
Selain itu, Tarmilin juga mengatakan persiapan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Lhokseumawe yang dijadwalkan Senin (30/5) malam. Untuk itu, diharapkan seluruh wartawan ikut mendukung agar agenda yang sudah diselenggarakan dua kali tingkat daerah berjalan sukses.
Malam puncak HPN direncanakan dibuka oleh Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan dipastikan dihadiri para pejabat Aceh lainnya dan kabupaten/kota di provinsi ini. Dalam agenda tersebut, panitia HPN juga memberikan anugerah dan penghargaan sahabat PWI. Penghargaan diberikan kepada mitra PWI, baik dari kalangan pemerintah dan unsur lainnya di provinsi ini.
Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, Sayuti Achmad menambahkan puncak HPN akan dihadiri Ketua Bidang Daerah PWI pusat, wartawan se-Aceh dan sekitar 500 undangan lainnya, baik dari kalangan pejabat serta berbagai instansi lainnya di Aceh. “Pada malam puncak HPN, juga dirangkai penyerahan anugerah dan penghargaan sahabat PWI,” pungkasnya. (MS)

Kandas Di Perairan Aceh Utara, Kapal Pengangkut Bawang Ilegal Di Tinggalkan Pemiliknya



Ilustrasi Bawang Merah Selundupan @Tribunnews.com

LHOKSEUMAWE– Sebuah kapal motor yang mengangkut bawang merah diduga ilegal tenggelam di perairan Kuala Jambo Aye, Desa Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Sabtu, (28/5) dini hari. Uniknya, kapal motor itu ditinggalkan oleh pemilik atau anak buah kapal (ABK).

Informasi yang dihimpun pelita8.com, Kapal bermuatan 40 ton bawang merah  yang diduga ilegal di diselundupkan dari Malaysia dengan tujuan Aceh Utara untuk diperdagangkan.

“Tidak ada pemilik atau anak buah kapal (ABK) yang berada di lokasi kejadian. Kapal itu dibiarkan begitu saja karam di perairan dengan puluhan karung bawang yang telah terapung,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Wawan Setiawan melalui Kepala Humas, AKP M Jafaruddin kepada wartawan, Minggu (29/5).

Jafar menambahkan, hingga kini polisi masih menyelidiki kepemilikan dan penyebab kapal tersebut karam di perairan Aceh Utara. “Masih diselidiki kapal ini  milik siapa. Kami duga penyebabnya begitu dihempas ombak, mesin kapal kayu itu rusak dan tak bisa hidup,” tambah AKP M Jafaruddin.

Sementara itu, bawang merah dari kapal sebagian telah diambil oleh masyarakat untuk dijual di sejumlah pasar tradisional di Aceh Utara. (MS)

Bupati Siak, Minta Anak Siak Harus Pandai Baca Alquran

Keterangan Foto (Dok.Humas Pemkab Siak) : Bupati Syamsuar hadiri Wisuda perdana PDTA se-kecamatan Mempura, kabupaten Siak di Hotel Grand Mempura, Minggu (29/5/2016) pagi.

Siak - Bupati Siak, Provinsi Riau Syamsuar bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama kabupaten setempat Muharrom, Kepala KUA kecamatan Mempura Khairul Bahri, Ketua FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Tamiliyah) kecamatan Mempura Muhammad Jais, beserta Camat Mempura Hendi Darhavin, menghadiri acara Wisuda perdana PDTA se-kecamatan Mempura, kabupaten Siak di Hotel Grand Mempura, Minggu (29/05) pagi.

Wisuda akbar PDTA se-kecamatan Mempura yang pertama kali dilaksanakan ini, diikuti oleh 227 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari 13 MDTA yang ada di kecamatan Mempura, kabupaten Siak.

Di awal sambutannya Syamsuar menjelaskan bahwa, sertifikat kelulusan PDTA ini, merupakan salah satu syarat khusus untuk memudahkan para murid untuk masuk ke Sekolah tingkat SMP atau MTS.

Karna katanya, di PDTA sudah di ajarkan mengaji dan shalat, hal tersebut merupakan salah satu syarat khusus untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti SMP dan MTS tersebut.

“Mulai dari sekarang ni lah, kito harus memberikan ilmu agama kepada anak-anak kito supayo untuk generasi kedepannyo Siak tidak akan berubah, yakni masyarakat yang ramah, sopan santun serta anak yang hebat dalam segala bidang termasuk agama” kata Syamsuar.

Saat ini lanjutnya, masyarakat kabupaten Siak di kenal dengan masyarakatnya yang ramah, sopan santun, dan anak-anaknya yang hebat. Jadi untuk melanjutkan hal tersebut kita butuh generasi yang punya ilmu agama yang kuat.

“Dengan sudah di ajarkannya untuk berahlak mulia sejak kecil, saya berharap tidak akan adanya anak-anak kita yang melawan guru, melawan orang tua dan berbuat yang dilarang oleh ajaran agama” tegas Syamsuar.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala FKDT se-kecamatan Mempura Muhammad Jais berkata, selain mengajarkan tentang shalat dan mengaji, di PDTA juga di ajarkan untuk bersifat berahlak mulia sejak kecil. Karna di usia kecil merupakan awal dari jenjang dia untuk melanjutkan kehidupannya, jadi dengan sudah di bekalkan ilmu agama, mudah-mudahan bisa jauh dari hal-hal yang larang oleh agama.

Alhamdulilah berkat kerjasama dengan para kepala sekolah PDTA se-kecamatan mempura, kami bisa melaksanakan wisuda akbar untuk yang pertama kalinya ini, ungkapnya.

Semoga dengan diadakannya wisuda akbar ini kata Muhammad Jais, bisa memberikan motivasi kepada anak-anak yang lain, agar mau bersekolah di PDTA.

Diakhir acara, Bupati Siak beserta tamu undangan lainnya, foto bersama dengan para wisudawan-wisudawati yang mempunyai predikat lulusan terbaik pada wisuda perdana PDTA Tahun 2016 ini. (Sahril/rls).

Nelayan Perairan Laut Barat Selatan Aceh, Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

Fhoto : Rahmad Mirza (Ilustrasi)

Aceh Barat - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Meulaboh- Nagan Raya, Edi Darlpti  meghimbau kepada masyarakat khusus nelayan yang melaut agar berhati-hati saat ujan di sertai badai yang melanda aceh saat ini, Minggu (29/05).

Lebih lanjut Edi, menyampaikan saat nelayan melaut kalau cuaca sudah tidak membaik langsung kembali ke pinggir pantai demi keselamatan diri sendiri.

Ditambahkan olehnya, selain para nelayan. Masyarakat yang berlibur ke pantai agar berhati-hati saat cuaca buruk terjadi serta meninggalkan tempat tersebut untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

“Saat ini diperairan laut Aceh gelombang ditepi pantai mencapai 3 meter dan ini sangat rawan, dihimbau lebih baik masyarakat jangan mandi laut ketika gelombang sedang tinggi,” kata Edi.

Menurut Edi, untuk laut bebas disamudra hindia sendiri saat ini tinggi gelombang mencapai 3,5 meter dan ini sangat bagi para nelayan yang menggunakan kapal kecil.

Kepala BMKG, meminta untuk sementara waktu para nelayan agar tidak melaut dan bagi kapal pengangkut penumpang jangan melakukan pelayaran demi keselamatan penumpang dan awak kapal.


Selain gelombang tinggi ditambah dengan angin kencang dan ini berpotensi terjadinya gelombang lebih tinggi lagi, ungkapnya.

Nelayan Perairan Laut Barat Selatan Aceh, Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

Fhoto : Rahmad Mirza (Ilustrasi)

Aceh Barat - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Meulaboh- Nagan Raya, Edi Darlpti  meghimbau kepada masyarakat khusus nelayan yang melaut agar berhati-hati saat ujan di sertai badai yang melanda aceh saat ini, Minggu (29/05).

Lebih lanjut Edi, menyampaikan saat nelayan melaut kalau cuaca sudah tidak membaik langsung kembali ke pinggir pantai demi keselamatan diri sendiri.

Ditambahkan olehnya, selain para nelayan. Masyarakat yang berlibur ke pantai agar berhati-hati saat cuaca buruk terjadi serta meninggalkan tempat tersebut untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

“Saat ini diperairan laut Aceh gelombang ditepi pantai mencapai 3 meter dan ini sangat rawan, dihimbau lebih baik masyarakat jangan mandi laut ketika gelombang sedang tinggi,” kata Edi.

Menurut Edi, untuk laut bebas disamudra hindia sendiri saat ini tinggi gelombang mencapai 3,5 meter dan ini sangat bagi para nelayan yang menggunakan kapal kecil.

Kepala BMKG, meminta untuk sementara waktu para nelayan agar tidak melaut dan bagi kapal pengangkut penumpang jangan melakukan pelayaran demi keselamatan penumpang dan awak kapal.


Selain gelombang tinggi ditambah dengan angin kencang dan ini berpotensi terjadinya gelombang lebih tinggi lagi, ungkapnya.

Tersandung Kasus Korupsi, Sekda Lhokseumawe Digantikan

Fhoto : Ading 

Lhokseumawe - Pasca ditetapkan sebagai terpidana korupsi oleh Mahkamah Agung ( MA) Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar, akhirnya digantikan oleh Miswar Ibrahim yang hanya mejabat sebagai Nota Dinas (ND) Sekda setempat.

Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, mengatakan sebelumnya Dasni mengajukan surat pengunduran diri dan menyatakan ingin fokus menghadapi masalah hukum yang menimpa dirinya bersama anak dan adiknya, (29/05).

Saat wartawan menanyakan selama informasi keputusan MA tersebut apakah Dasni Yuzar masih masuk kantor, namun Suaidi menyebutkan saat ini posisi Dasni berada di Banda Aceh karena ada urusan tertentu.

“Untuk Sekda definitif saat ini sedang dicari  siapa yang tepat untuk menduduki posisi penting itu, namun sementara ini kita Plt-kan (Pelaksana Tugas) posisi penting tersebut,” ungkap Suaidi Yahya.

Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) memvonis Dasni Yuzar 5 tahun penjara, sementara adiknya Amir Nizam 4 tahun penjara dan khusus anaknya Reza Maulana 4 tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1 Milyar dengan subsidair 2 tahun penjara.


Mereka tersangkut kasus dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp 1 Milyar di Yayasan Cakra Donya yang bersumber dari APBA  tahun 2010.

Tersandung Kasus Korupsi, Sekda Lhokseumawe Digantikan

Fhoto : Ading 

Lhokseumawe - Pasca ditetapkan sebagai terpidana korupsi oleh Mahkamah Agung ( MA) Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar, akhirnya digantikan oleh Miswar Ibrahim yang hanya mejabat sebagai Nota Dinas (ND) Sekda setempat.

Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, mengatakan sebelumnya Dasni mengajukan surat pengunduran diri dan menyatakan ingin fokus menghadapi masalah hukum yang menimpa dirinya bersama anak dan adiknya, (29/05).

Saat wartawan menanyakan selama informasi keputusan MA tersebut apakah Dasni Yuzar masih masuk kantor, namun Suaidi menyebutkan saat ini posisi Dasni berada di Banda Aceh karena ada urusan tertentu.

“Untuk Sekda definitif saat ini sedang dicari  siapa yang tepat untuk menduduki posisi penting itu, namun sementara ini kita Plt-kan (Pelaksana Tugas) posisi penting tersebut,” ungkap Suaidi Yahya.

Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) memvonis Dasni Yuzar 5 tahun penjara, sementara adiknya Amir Nizam 4 tahun penjara dan khusus anaknya Reza Maulana 4 tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1 Milyar dengan subsidair 2 tahun penjara.


Mereka tersangkut kasus dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp 1 Milyar di Yayasan Cakra Donya yang bersumber dari APBA  tahun 2010.

Pemerintah Aceh Utara Bentuk Tim Operasi Pasar

Fhoto : Abdul Aziz (Sumber : Ading)

Aceh Utara - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Kabupaten Aceh Utara membentuk tim operasi untuk memantau harga  kebutuhan pokok masyarakat dibulan Ramadhan, Sabtu (28/05).

Asisten Dua Setdakab Aceh Utara Bidang Ekonomi Pembangunan Abdul Aziz, kepada Pelitadelapan mengatakan menjelang ramadhan biasanya harga kebutuhan pokok naik. Maka dari itu Pemkab Aceh Utara membentuk tim operasi pasar yang akan turun pada awal bulan ramadhan di setiap kecamatan untuk memantau harga pasar

“Sasaran pemantuan ini akan dilakukan di pasar moderen dan pasar tradisional, operasi pasar bertujuan untuk membantu warga, khususnya yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan di bulan puasa,” ungkap Abdul Aziz.

Disambung olehnya, sebelumnya pemerintah Aceh Utara sudah melakukan pasar murah selama empat hari di empat Kecamatan. Diantaranya, Lhoksukon,Dewantara, Matang Kuli, dan Cot Girek.

Dia mengatakan beberapa barang yang dijual dalam pasar murah tersebut, beras, minyak goreng, telor dan gula pasir. (Ading).



Budidaya Timun Suri, Bawa Berkah Bagi Petani Aceh Utara di Bulan Ramadhan

Timun Suri yang akan dipanenkan pada bulan puasa, Sabtu (28/05) Fhoto : Syahrul

Aceh Utara – Menanam timun suri, sudah menjadi kebiasaan petani di Desa Ule Blang, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara setiap menjelang bulan Ramadhan, Sabtu (28/5).

Salah seorang petani timun suri Razali, mengatakan dua bulan menjelang bulan puasa kami sudah menanam timun suri sehingga tanaman ini akan dipanenkan sebelum puasa.

Buah ini biasanya menjadi salah satu minuman favorit berbuka puasa yang dicampurkan dengan sirup merah, minuman ini juga berkhasiat untuk kesehatan, katanya.

Dirinya, mengakui membudidayakan tanaman khas bulan ramadhan tidak susah, bahkan modal yang dikeluarkan sangat kecil sementara hasil panen lumayan besar.

Masa tanam timun suri ini hanya membutuhkan waktu selama 60 hari untuk memasuki musim panen menjelang bulan puasa, namun untuk tahun ini hasil panen petani berkurang dan buahnya terlihat kecil. karena disebabkan faktor curah hujan yang sedikit dan kurangnya air. Hal ini menjadi salah satu kendala bagi para petani timun suri di Aceh Utara, terang Razali.

Lebih lanjut Razali, menyampaikan timun suri ini biasa dibeli oleh penampung (agen,red) dengan harga bervariasi dari harga Rp 1.000 hingga Rp 6.000/ buah. (Syahrul/ Ading).

Sore Nanti, Foto Hasil Jepretan Fotografer Pase Di Pamerkan

Mesjid Islamic Centre, Lhokseumawe @Atjehbisnis

LHOKSEUMAWE- 50 foto hasil jepretan para fotografer di Lhokseumawe dan Aceh Utara sore nanti akan dipamerkan di kawasan objek wisata waduk jeulikat Kota Lhokseumawe, Sabtu, 28 Mei 2016.

Ketua Pelaksana Rahmad YD, kepada pelita8.com, Sabtu pagi mengatakan 50 foto dipajang nantinya bertujuan untuk melestarikan karya fotografer yang ada selama ini. Selanjutnya semua foto tersebut akan dilelangkan, hasilnya akan disalurkan kepada masyarakat pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara dan untuk penderita lumpuh layu serta gizi buruk di Kota Lhokseumawe.

“Kegiatan ini akan kita laksanakan setiap tahunnya. Ke depan kita akan menggandeng berbagai elemen untuk menyukseskan event ini. Ke depan, kita buka tidak hanya pesona Lhokseumawe melainkan pesona Aceh,” kata Rahmad

Rahmad menambahkan foto yang dipamerkan nanti, merupakan pesona alam kota Lhokseumawe dari berbagai sudut pandang. Katanya, pameran ini akan digelar selama 2 hari mulai sore nanti hingga besok (Minggu).

“Semoga kegiatan amal ini dapat berjalan sukses serta meminta dukungan kepada warga untuk meramaikan. Kita tidak pungut biaya alias gratis,” pungkasnya


Sore Nanti, Foto Hasil Jepretan Fotografer Pase Di Pamerkan

Mesjid Islamic Centre, Lhokseumawe @Atjehbisnis

LHOKSEUMAWE- 50 foto hasil jepretan para fotografer di Lhokseumawe dan Aceh Utara sore nanti akan dipamerkan di kawasan objek wisata waduk jeulikat Kota Lhokseumawe, Sabtu, 28 Mei 2016.

Ketua Pelaksana Rahmad YD, kepada pelita8.com, Sabtu pagi mengatakan 50 foto dipajang nantinya bertujuan untuk melestarikan karya fotografer yang ada selama ini. Selanjutnya semua foto tersebut akan dilelangkan, hasilnya akan disalurkan kepada masyarakat pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara dan untuk penderita lumpuh layu serta gizi buruk di Kota Lhokseumawe.

“Kegiatan ini akan kita laksanakan setiap tahunnya. Ke depan kita akan menggandeng berbagai elemen untuk menyukseskan event ini. Ke depan, kita buka tidak hanya pesona Lhokseumawe melainkan pesona Aceh,” kata Rahmad

Rahmad menambahkan foto yang dipamerkan nanti, merupakan pesona alam kota Lhokseumawe dari berbagai sudut pandang. Katanya, pameran ini akan digelar selama 2 hari mulai sore nanti hingga besok (Minggu).

“Semoga kegiatan amal ini dapat berjalan sukses serta meminta dukungan kepada warga untuk meramaikan. Kita tidak pungut biaya alias gratis,” pungkasnya



Top