ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Tangan Kreatif Mahasiwa 'Sulap' Limbah Buah menjadi Pupuk Organik Cair"


Mahasiswi KKN di desa Lhok Euncien Kecamatan Baktiya Barat Aceh Utara, mempraktekan cara mengolah buah-buahan busuk menjadi pupuk organik cair (Foto : Rosy)

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN memberi pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah kepada ibu-ibu rumah tangga didesa Lhok Euncien, Baktiya Barat Aceh Utara, Senin (16/2)

Buah-buahan membusuk cukup banyak, masyarakat membuangnya  begitu saja sehingga menjadi limbah yang tak berguna, padahal bisa di olah menjadi pupuk organik cair” ungkap Ainul Mardhiah, mahasiswi Agro Teknologi Universitas Malikussaleh sekaligus kordinator program kegiatan tersebut.

Produk pupuk organik cair ini nantinya bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang  sudah kritis. Pupuk cair ini dibuat dengan tambahan bahan yang mudah didapatkan warga.

“Masyarakat hanya memerlukan buah-buahan busuk, air beras, gula merah, air kelapa, dan ragi. Buah-buahan busuk dihaluskan dan di masukkan ke wadah yang tertutup untuk difermentasi selama seminggu lamanya” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan selain bisa membuka peluang penambahan pendapatan ibu rumah tangga di desa setempat, juga mendorong penyelamatan lingkungan dari tumpukan sampah buah.

@Rosy.66.Lhok Euncien Baktiya Barat - Aceh Utara
Editor:ZulSyarif

Tangan Kreatif Mahasiwa 'Sulap' Limbah Buah menjadi Pupuk Organik Cair"


Mahasiswi KKN di desa Lhok Euncien Kecamatan Baktiya Barat Aceh Utara, mempraktekan cara mengolah buah-buahan busuk menjadi pupuk organik cair (Foto : Rosy)

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN memberi pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah kepada ibu-ibu rumah tangga didesa Lhok Euncien, Baktiya Barat Aceh Utara, Senin (16/2)

Buah-buahan membusuk cukup banyak, masyarakat membuangnya  begitu saja sehingga menjadi limbah yang tak berguna, padahal bisa di olah menjadi pupuk organik cair” ungkap Ainul Mardhiah, mahasiswi Agro Teknologi Universitas Malikussaleh sekaligus kordinator program kegiatan tersebut.

Produk pupuk organik cair ini nantinya bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang  sudah kritis. Pupuk cair ini dibuat dengan tambahan bahan yang mudah didapatkan warga.

“Masyarakat hanya memerlukan buah-buahan busuk, air beras, gula merah, air kelapa, dan ragi. Buah-buahan busuk dihaluskan dan di masukkan ke wadah yang tertutup untuk difermentasi selama seminggu lamanya” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan selain bisa membuka peluang penambahan pendapatan ibu rumah tangga di desa setempat, juga mendorong penyelamatan lingkungan dari tumpukan sampah buah.

@Rosy.66.Lhok Euncien Baktiya Barat - Aceh Utara
Editor:ZulSyarif

Unik, Ternyata Kulit Semangka Bisa Jadi Manisan

Mahasiswa KKN Unimal, mengajarkan masyarakat mengolah semangka menjadi manisan (Foto : Rosy)

LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN0 Unimal mengolah kulit semangka menjadi manisan. Racikan ini diberikan  kepada masyarakat di gampong Lhok Euncien, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Rabu (18/05).

“Kita melakukan kegiatan daur ulang kulit buah semangka ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas warga, dan juga menciptakan suatu produk pengolahan limbah kulit buah semangka yang bermanfaat dan memiliki daya jual tinggi bagi masyarakat," kata Maida Saputri,  mahasiswa KKN di Desa setempat.

Menurut Maida, program ini merupakan suatu bentuk kreativitas dalam mengolah kulit semangka yang terbuang begitu saja, sehingga nantinya memilki nilai ekonomi, sehingga tanaman semangka banyak tumbuh di kebun warga.

"Produk manisan kulit buah semangka ini bermanfaat untuk meningkatkan jiwa bersaing dalam berwirausaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir ke depannya," pungkas Maida.

( Rosy/ Basyah).





Unik, Ternyata Kulit Semangka Bisa Jadi Manisan

Mahasiswa KKN Unimal, mengajarkan masyarakat mengolah semangka menjadi manisan (Foto : Rosy)

LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN0 Unimal mengolah kulit semangka menjadi manisan. Racikan ini diberikan  kepada masyarakat di gampong Lhok Euncien, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Rabu (18/05).

“Kita melakukan kegiatan daur ulang kulit buah semangka ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas warga, dan juga menciptakan suatu produk pengolahan limbah kulit buah semangka yang bermanfaat dan memiliki daya jual tinggi bagi masyarakat," kata Maida Saputri,  mahasiswa KKN di Desa setempat.

Menurut Maida, program ini merupakan suatu bentuk kreativitas dalam mengolah kulit semangka yang terbuang begitu saja, sehingga nantinya memilki nilai ekonomi, sehingga tanaman semangka banyak tumbuh di kebun warga.

"Produk manisan kulit buah semangka ini bermanfaat untuk meningkatkan jiwa bersaing dalam berwirausaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir ke depannya," pungkas Maida.

( Rosy/ Basyah).





Gampong Pande Harumkan Daerah Aceh

Hasil Kerajinan Gampong Pande @Tika

ACEH  UTARA - Gampong Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil rencong di daerah pesisir wilayah Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe). Kerajinan yang menjadi ikon provinsi paling barat itu sangat membantu mendulang pundi-pundi rupiah bagi para pengrajinnya.

"Desa tersebut jumlah penduduk nya kurang lebih 1200 penduduk Ada sekitar 80 persen penduduknya mendulang rupiah dari hasil membuat berbagai jenis rencong," kata Tika Pratiwi, Mahasiswa KKN Unimal di desa setempat kepada pelita8.com, Rabu (18/5). 

Kata Tika,  Gampong Pande dinobatkan menjadi juara 2 pandai besi tingkat nasional se-Indonesia pada 15 Agustus 2015 yang lalu di Jakarta. Saat itu diwakili oleh kelompok Kube Sejahtera yang diketuai oleh Bapak M.Yusuf dan wakilnya Bapak Amri namun sangat di sayangkan, masyarakat Aceh Utara sendiri tidak mengetahui hal tersebut.

Tika menambahkan, di tangan pengrajin pandai besi gampong Pande, logam dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi seperti pisau, alat-alat dapur, sabit, parang, cangkul, sekrup, rampagoe/alat pengupas pinang, senjata khas daerah, sangkur,  hingga pedang.

Hasil pengrajin ini dipasarkan ke seluruh wilayah Aceh sampai ke provinsi lain seperti Sumatera Utara.

@humas kkn unimal gampong Pande
editor: M.Sikumbang


Gampong Pande Harumkan Daerah Aceh

Hasil Kerajinan Gampong Pande @Tika

ACEH  UTARA - Gampong Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil rencong di daerah pesisir wilayah Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe). Kerajinan yang menjadi ikon provinsi paling barat itu sangat membantu mendulang pundi-pundi rupiah bagi para pengrajinnya.

"Desa tersebut jumlah penduduk nya kurang lebih 1200 penduduk Ada sekitar 80 persen penduduknya mendulang rupiah dari hasil membuat berbagai jenis rencong," kata Tika Pratiwi, Mahasiswa KKN Unimal di desa setempat kepada pelita8.com, Rabu (18/5). 

Kata Tika,  Gampong Pande dinobatkan menjadi juara 2 pandai besi tingkat nasional se-Indonesia pada 15 Agustus 2015 yang lalu di Jakarta. Saat itu diwakili oleh kelompok Kube Sejahtera yang diketuai oleh Bapak M.Yusuf dan wakilnya Bapak Amri namun sangat di sayangkan, masyarakat Aceh Utara sendiri tidak mengetahui hal tersebut.

Tika menambahkan, di tangan pengrajin pandai besi gampong Pande, logam dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi seperti pisau, alat-alat dapur, sabit, parang, cangkul, sekrup, rampagoe/alat pengupas pinang, senjata khas daerah, sangkur,  hingga pedang.

Hasil pengrajin ini dipasarkan ke seluruh wilayah Aceh sampai ke provinsi lain seperti Sumatera Utara.

@humas kkn unimal gampong Pande
editor: M.Sikumbang


Mahasiswa Bikin Film, Keuchik Dayah Baro ikut Shooting


Proses pengambilan gambar Film dokumenter di Gampong Dayah Baro  ( Foto: Ahmad Al Bastin )

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN di Gampong Dayah Baro kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara garap film dokumenter berjudul 30/14  kerja Prasarjana.

Selain memuat  profil desa Dayah Baro film ini juga menceritakan tentang kegiatan mahasiswa selama melakukan pengabdian di sini.

" Materinya tentang potensi desa juga menyangkut berbagai permasalahan yang kami potret selama 30 hari kami mengabdi disini, harapannya Dayah Baro bisa dikenal seantero Indonesia" tutur sutradara film ini Fauzan Syahputra, Minggu (15/5)

Keuchik Dayah Baro Usman AR sangat mendukung upaya mahasiswa yang memotret desanya dalam sebuah film.

" Saya apresiasi ke mahasiswa yang KKN di sini, dengan film ini pemerintah dapat melihat langsung kondisi desa kami dengan berbagai permasalahannya, semoga film dokumenter ini bisa menjadi semacam jembatan penghubung antarakami dan pemerintah daerah" ujar Usman.

Rencananya film dokumenter ini akan diputar pada malam penutupan KKN dihalaman meunasah gampong Dayah Baro pada 20 Mei mendatang, panitia akan menggelar nonton bareng bersama warga.
(Ahmad Al Bastin/zs)

Mahasiswa Bikin Film, Keuchik Dayah Baro ikut Shooting


Proses pengambilan gambar Film dokumenter di Gampong Dayah Baro  ( Foto: Ahmad Al Bastin )

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN di Gampong Dayah Baro kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara garap film dokumenter berjudul 30/14  kerja Prasarjana.

Selain memuat  profil desa Dayah Baro film ini juga menceritakan tentang kegiatan mahasiswa selama melakukan pengabdian di sini.

" Materinya tentang potensi desa juga menyangkut berbagai permasalahan yang kami potret selama 30 hari kami mengabdi disini, harapannya Dayah Baro bisa dikenal seantero Indonesia" tutur sutradara film ini Fauzan Syahputra, Minggu (15/5)

Keuchik Dayah Baro Usman AR sangat mendukung upaya mahasiswa yang memotret desanya dalam sebuah film.

" Saya apresiasi ke mahasiswa yang KKN di sini, dengan film ini pemerintah dapat melihat langsung kondisi desa kami dengan berbagai permasalahannya, semoga film dokumenter ini bisa menjadi semacam jembatan penghubung antarakami dan pemerintah daerah" ujar Usman.

Rencananya film dokumenter ini akan diputar pada malam penutupan KKN dihalaman meunasah gampong Dayah Baro pada 20 Mei mendatang, panitia akan menggelar nonton bareng bersama warga.
(Ahmad Al Bastin/zs)

Di Blang Nibong, Bawang di Tanam di Pohon Pisang

Mahasiswa KKN Blang Nibong Melakukan Metode Penanaman Bawang melalui media Pohon Pisang, 11/5. ( Foto : Lanang Kurniawan )

ACEH UTARA - Mahasiswa  Universitas Malikussaleh (Unimal)  memperkenalkan tekhnologi menanam bawang di pohon pisang kepada masyarakat Blang Nibong kecamatan Samudera Aceh Utara.

Terapan tekhnologi pertanian terbaru ini dilaksanakan perdana di SD Negeri 3 Blang Nibong, dihadapan guru, para siswa dan kepala sekolah setempat, Rabu (11/5)

"Metode ini belum banyak dikenal masyarakat khususnya masyarakat Blang Nibong, ini terobosan baru yang harus dikembangkan untuk kemajuan dunia pertania di Aceh Utara" kata Moery Andryaz Keuchik Blang Nibong yang juga hadir dalam tanam perdana.


Kepala SD 3 Nibong Dahlan A. MA.Pd, memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa KKN,

" Saya lihat siswa cukup senang dengan kehadiran mahasiswa, ini inovasi dunia pertanian yang harus mendapat perhatian semua pihak" ujar Kepala sekolah.

Ia juga berharap masyarakat bisa mengembangkan tekhnologi ini, sehingga setiap jengkal tanah yang ada di sekitar rumah akan termanfaatkan dengan baik.

Program mahasiswa ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 23 tahun 2016.

( Lanang Kurniawan/zs)

Di Blang Nibong, Bawang di Tanam di Pohon Pisang

Mahasiswa KKN Blang Nibong Melakukan Metode Penanaman Bawang melalui media Pohon Pisang, 11/5. ( Foto : Lanang Kurniawan )

ACEH UTARA - Mahasiswa  Universitas Malikussaleh (Unimal)  memperkenalkan tekhnologi menanam bawang di pohon pisang kepada masyarakat Blang Nibong kecamatan Samudera Aceh Utara.

Terapan tekhnologi pertanian terbaru ini dilaksanakan perdana di SD Negeri 3 Blang Nibong, dihadapan guru, para siswa dan kepala sekolah setempat, Rabu (11/5)

"Metode ini belum banyak dikenal masyarakat khususnya masyarakat Blang Nibong, ini terobosan baru yang harus dikembangkan untuk kemajuan dunia pertania di Aceh Utara" kata Moery Andryaz Keuchik Blang Nibong yang juga hadir dalam tanam perdana.


Kepala SD 3 Nibong Dahlan A. MA.Pd, memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa KKN,

" Saya lihat siswa cukup senang dengan kehadiran mahasiswa, ini inovasi dunia pertanian yang harus mendapat perhatian semua pihak" ujar Kepala sekolah.

Ia juga berharap masyarakat bisa mengembangkan tekhnologi ini, sehingga setiap jengkal tanah yang ada di sekitar rumah akan termanfaatkan dengan baik.

Program mahasiswa ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 23 tahun 2016.

( Lanang Kurniawan/zs)

Warga Lhok Euncien Aceh Utara, Abaikan Sumber Air Bantuan Jepang

Sumur Bor bantuan Jepang - JARI Aceh di Desa Lhok Euncien Baktiya Barat, Aceh Utara (Foto:Rosy)
ACEH UTARA - Sumber air bersih bantuan Universitas Shopia Jepang bekerjasama dengan Jari Aceh untuk korbanTsunami di desa Lhok Euncien kecamatan Baktiya Barat Aceh Utara, terbengkalai.

Bangunan berupa sumur galian biasa dan sumur bor serta bak penampungan air seluas 18.75 meter kubik itu tak lagi dimanfaatkan warga padahal air dari sumber tersebut, cukup jernih dan layak pakai.

" Sudah lama tidak dipakai, karena pompa airnya rusak sehingga sumur bor tidak bisa di fungsikan, sementara sumur galian airnya terbatas" ungkap M.Yakob warga setempat, Sabtu (14/5)

Menurutnya,  air dari sumur galian  hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa Keluarga.

Kawasan ini airnya asin dan tak layak konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga tak punya pilihan,  kecuali membeli  dari agen seharga 2.500 rupiah perjirigen.

" Jika sumur air bisa di tarik airnya Insya Allah airnya cukup, tapi warga tidak punya biaya untuk mengganti pompa yang rusak" pungkas Yakob.

(Rosy-zs)





Warga Lhok Euncien Aceh Utara, Abaikan Sumber Air Bantuan Jepang

Sumur Bor bantuan Jepang - JARI Aceh di Desa Lhok Euncien Baktiya Barat, Aceh Utara (Foto:Rosy)
ACEH UTARA - Sumber air bersih bantuan Universitas Shopia Jepang bekerjasama dengan Jari Aceh untuk korbanTsunami di desa Lhok Euncien kecamatan Baktiya Barat Aceh Utara, terbengkalai.

Bangunan berupa sumur galian biasa dan sumur bor serta bak penampungan air seluas 18.75 meter kubik itu tak lagi dimanfaatkan warga padahal air dari sumber tersebut, cukup jernih dan layak pakai.

" Sudah lama tidak dipakai, karena pompa airnya rusak sehingga sumur bor tidak bisa di fungsikan, sementara sumur galian airnya terbatas" ungkap M.Yakob warga setempat, Sabtu (14/5)

Menurutnya,  air dari sumur galian  hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa Keluarga.

Kawasan ini airnya asin dan tak layak konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga tak punya pilihan,  kecuali membeli  dari agen seharga 2.500 rupiah perjirigen.

" Jika sumur air bisa di tarik airnya Insya Allah airnya cukup, tapi warga tidak punya biaya untuk mengganti pompa yang rusak" pungkas Yakob.

(Rosy-zs)





Subhanallah, Gadis Tuna Netra Ini Hafal 30 Juz Alquran


Ustad Yusuf Mansur bersama Ayu Fajar Lestari (Sangpencerah.com)

Pelita8.Com - Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk beribadah di jalan Allah. Pesan itulah yang tercermin dari gadis penyandang tuna netra asal Ponorogo bernama Ayu Fajar Lestari.

Bersama sang nenek, gadis kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Aisyiyah Ponorogo itu tak kehilangan semangat untuk menghafalkan ayar-ayat suci Alquran. Bahkan di usianya yang masih belia, dia telah mampu menghafal 30 juz Alquran.

Prestasi Ayu dibidang Alquran tak sembarangan. Dia bahkan pernah menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tetapi, pada Rabu, 11 Mei 2016 lalu, Ayu menunjukkan rasa bahagianya. Sebab, ia berkesempatan untuk bertemu Ustaz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Ponorogo.

Dalam pertemuan itu ada peristiwa mengejutkan. Pasalnya, rasa haru justru terlihat pada diri Ustaz Yusuf Mansyur. Ini lantaran.... Untuk selengkapnya klik di sini. (dream.co.id)

Subhanallah, Gadis Tuna Netra Ini Hafal 30 Juz Alquran


Ustad Yusuf Mansur bersama Ayu Fajar Lestari (Sangpencerah.com)

Pelita8.Com - Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk beribadah di jalan Allah. Pesan itulah yang tercermin dari gadis penyandang tuna netra asal Ponorogo bernama Ayu Fajar Lestari.

Bersama sang nenek, gadis kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Aisyiyah Ponorogo itu tak kehilangan semangat untuk menghafalkan ayar-ayat suci Alquran. Bahkan di usianya yang masih belia, dia telah mampu menghafal 30 juz Alquran.

Prestasi Ayu dibidang Alquran tak sembarangan. Dia bahkan pernah menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tetapi, pada Rabu, 11 Mei 2016 lalu, Ayu menunjukkan rasa bahagianya. Sebab, ia berkesempatan untuk bertemu Ustaz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Ponorogo.

Dalam pertemuan itu ada peristiwa mengejutkan. Pasalnya, rasa haru justru terlihat pada diri Ustaz Yusuf Mansyur. Ini lantaran.... Untuk selengkapnya klik di sini. (dream.co.id)

Melihat Pesona Pantai Lancok Di Aceh Utara


 
Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara (Foto : M. Sikumbang)

SEMILIR angin berhembus lepas di sekitaran pantai, debur ombak pantainya tak pernah lelah untuk terus bergulung-gulung di pantai. Pasir-pasir halus yang memanjakan telapak kaki ketika pengunjung berjalan di atasnya, bebatuan yang tersusun acak di bibir pantai menjadi magnet tersendiri . Banyak pengunjung yang duduk di atas batu tersebut sembari menikmati belaian halus angin yang berpadu dengan hangatnya matahari sore. Itulah segelintir pesona alam Pantai Lancok.

Pantai Lancok, pantai yang terletak di desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara itu saat ini menjadi objek wisata incaran kawula muda.  Pantai  yang pernah dihantam ombak Tsunami pada 26 desember 2004 silam, mulai dijadikan pilihan masyarakat Aceh Utara  sebagai lokasi liburan bersama keluarga beberapa tahun terakhir.

“Saya sudah  beberapa kali ke pantai ini, pantainya yang bersih terlihat dengan air laut yang jernih, sejuk, seakan menggoda saya supaya tak beranjak pergi dari tempatnya. Pokoknya nyaman disini dan terasa tenang makanya memilih berkunjung kemari, pondoknya pun bersih” kata Lita (25), pengunjung dari Lhoksukon kepada pelita8.com, pekan lalu.

Disepanjang bibir  Pantai, banyak terdapat Jamboe (pondok) serta beragam jenis  kuliner yang disajikan oleh pedagang untuk memanjakan para pengunjungnya.

Di pantai lancok, pondok tersebut ada permanen dan semi permanen. Keseluruhannya itu memberikan wejangan  kepada pengunjung seperti  Mie Aceh, Mie kepiting, dan makanan serupa khas Thailand, tom yam. Sementara untuk minuman sendiridi pantai lancok tersedia Minuman air kelapa muda, air tebu dan aneka minuman lainnya,” kata Syukur, Pedagang di Pantai Lancok itu.

Saat libur sekolah dan kerja, ada yang datang berombongan dengan keluarga,  komunitas mahasiswa, pelajar SMA hingga pegawai kantor pemerintah dan swasta. “Ramai pengunjung tiap akhir pekan,” tambahnya

Untuk Sabtu dan  Minggu, pengunjung  harus merogoh kocek terlebih dahulu, jika mengendarai sepeda  motor cukup membayar Rp2 ribu untuk biaya parkir dan Rp5 ribu bagi pengguna mobil.

Di pantai Lancok, sebagian garis pantai itu dibentengi tanggul penahan ombak. Selebihnya para pengunjung bisa menikmati debur ombak, mandi atau mencari kerang. Di atas tanggul sendiri  para pengunjung bisa melepas hobi memancingnya.


Untuk menuju pantai lancok,  dari jalan Negara dapat ditempuh lewat jalan samping Lapangan Bayu, persis depan Kantor Camat Syamtalira Bayu. Melintasi jalan aspal sekitar lima  kilometer hingga menemukan sebuah tikungan jalan,  tak jauh dari tikungan itu langsung memasuki kawasan Pantai Lancok. ()

Melihat Pesona Pantai Lancok Di Aceh Utara


 
Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara (Foto : M. Sikumbang)

SEMILIR angin berhembus lepas di sekitaran pantai, debur ombak pantainya tak pernah lelah untuk terus bergulung-gulung di pantai. Pasir-pasir halus yang memanjakan telapak kaki ketika pengunjung berjalan di atasnya, bebatuan yang tersusun acak di bibir pantai menjadi magnet tersendiri . Banyak pengunjung yang duduk di atas batu tersebut sembari menikmati belaian halus angin yang berpadu dengan hangatnya matahari sore. Itulah segelintir pesona alam Pantai Lancok.

Pantai Lancok, pantai yang terletak di desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara itu saat ini menjadi objek wisata incaran kawula muda.  Pantai  yang pernah dihantam ombak Tsunami pada 26 desember 2004 silam, mulai dijadikan pilihan masyarakat Aceh Utara  sebagai lokasi liburan bersama keluarga beberapa tahun terakhir.

“Saya sudah  beberapa kali ke pantai ini, pantainya yang bersih terlihat dengan air laut yang jernih, sejuk, seakan menggoda saya supaya tak beranjak pergi dari tempatnya. Pokoknya nyaman disini dan terasa tenang makanya memilih berkunjung kemari, pondoknya pun bersih” kata Lita (25), pengunjung dari Lhoksukon kepada pelita8.com, pekan lalu.

Disepanjang bibir  Pantai, banyak terdapat Jamboe (pondok) serta beragam jenis  kuliner yang disajikan oleh pedagang untuk memanjakan para pengunjungnya.

Di pantai lancok, pondok tersebut ada permanen dan semi permanen. Keseluruhannya itu memberikan wejangan  kepada pengunjung seperti  Mie Aceh, Mie kepiting, dan makanan serupa khas Thailand, tom yam. Sementara untuk minuman sendiridi pantai lancok tersedia Minuman air kelapa muda, air tebu dan aneka minuman lainnya,” kata Syukur, Pedagang di Pantai Lancok itu.

Saat libur sekolah dan kerja, ada yang datang berombongan dengan keluarga,  komunitas mahasiswa, pelajar SMA hingga pegawai kantor pemerintah dan swasta. “Ramai pengunjung tiap akhir pekan,” tambahnya

Untuk Sabtu dan  Minggu, pengunjung  harus merogoh kocek terlebih dahulu, jika mengendarai sepeda  motor cukup membayar Rp2 ribu untuk biaya parkir dan Rp5 ribu bagi pengguna mobil.

Di pantai Lancok, sebagian garis pantai itu dibentengi tanggul penahan ombak. Selebihnya para pengunjung bisa menikmati debur ombak, mandi atau mencari kerang. Di atas tanggul sendiri  para pengunjung bisa melepas hobi memancingnya.


Untuk menuju pantai lancok,  dari jalan Negara dapat ditempuh lewat jalan samping Lapangan Bayu, persis depan Kantor Camat Syamtalira Bayu. Melintasi jalan aspal sekitar lima  kilometer hingga menemukan sebuah tikungan jalan,  tak jauh dari tikungan itu langsung memasuki kawasan Pantai Lancok. ()

Matang Janeng Buat Blog Desa

Blog desa matangjaneng karya mahasiswa KKN
Aceh Utara - Produk home industri di gampong (desa_red) Matang Janeng kecaatan Tanah Pasir Aceh Utara mulai dipromosikan lewat internet.

Blog dengan alamat www.matangjaneng.blogspot.com tersebut dibuat oleh Mahasiswa Unimal dari jurusan informatika yang sedang KKN di desa tersebut, Ananda Ditha dibantu juga Asyraf Akmal dari jurusan yang sama.

" Selain untuk promosi potensi desa,  blog ini juga untuk mendukung pemasaran  produk industri rumah tangga dikampung ini ungkap Ditha, Rabu (11/5)

Pos editor Asyraf Akmal yang juga terlibat dalam pembuatan blog ini merinci usaha rumahan yang sebenarnya ada di kampung ini,

" Ada kue kacang Matang Janeng, keripik bayam dan pandai besi yang membuat senjata tajam serta alat pertanian, tak tidak banyak yang tau karena miskin promosi" ungkap Asyraf

Menurut Asyraf, "potensi homeindustri matang janeng cukup bagus hanya saja tingkat pemasaran dan promosi yang dilakukan sangat kurang sehingga perkembangannya tidak maksimal,

Penulis :  Cut Rismayanti
Editor: ZulSyarif

Matang Janeng Buat Blog Desa

Blog desa matangjaneng karya mahasiswa KKN
Aceh Utara - Produk home industri di gampong (desa_red) Matang Janeng kecaatan Tanah Pasir Aceh Utara mulai dipromosikan lewat internet.

Blog dengan alamat www.matangjaneng.blogspot.com tersebut dibuat oleh Mahasiswa Unimal dari jurusan informatika yang sedang KKN di desa tersebut, Ananda Ditha dibantu juga Asyraf Akmal dari jurusan yang sama.

" Selain untuk promosi potensi desa,  blog ini juga untuk mendukung pemasaran  produk industri rumah tangga dikampung ini ungkap Ditha, Rabu (11/5)

Pos editor Asyraf Akmal yang juga terlibat dalam pembuatan blog ini merinci usaha rumahan yang sebenarnya ada di kampung ini,

" Ada kue kacang Matang Janeng, keripik bayam dan pandai besi yang membuat senjata tajam serta alat pertanian, tak tidak banyak yang tau karena miskin promosi" ungkap Asyraf

Menurut Asyraf, "potensi homeindustri matang janeng cukup bagus hanya saja tingkat pemasaran dan promosi yang dilakukan sangat kurang sehingga perkembangannya tidak maksimal,

Penulis :  Cut Rismayanti
Editor: ZulSyarif

Pemerintah Diminta Perhatikan Fasilitas Posyandu

Mahasiswa bersama Kader  Posyandu melakukan pemeriksaan kepada Balita beserta Ibu Hamil di Desa Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara (Foto : Jamal)


Pelita8, Lhoksukon - Mahasiswa KKN di Desa Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara bersama masyarakat meminta pemerintah setempat untuk memfasilitasi kelengkapan Pos Pelayanan Terpadu (posyandu).

Pasalnya,  fasilitas posyandu tidak tidak lengkap untuk meningkatkan pola kesehatan kepada  balita dan ibuk hamil  agar tingkat kematian berkurang.

Jamaluddin, Humas KKN desa setempat mengutip perkataan ketua Kader Posyandu, Nuraini, mengatakan  dengan adanya kegiatan posyandu tersebut, masyarakat  merasa terbantu sekaligus untuk melihat tingkat perkembangan kesehatan balita dan ibuk hamil.

"Kita  mengharapkan adanya pembenahan dari pemerintah dalammengefisiensi kelengkapan pralatan. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (ukbm)  guna memberikan  kemudahan dalam memperoleh kesehatan dasar," kata Jamal kepada pelita8.com, Rabu (11/5/2016).

Jamal menambahkan upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu bukan semata-semata tanggung pemerintah saja, namun semua komponen yang ada dimasyarakat termasuk kader, karena peran kader sangat besar dalam mendongkrak kesuksesan program kesehatan dasar di tingkat perdesaan.

Penulis : Jamaluddin
Editor   : M. Sikumbang

Top