ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Tiga Ribu Calon Mahasiswa Unimal, Besok di Seleksi

Arief  Rahman, Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Malikussaleh (Foto : FB)

ACEH UTARA - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe dilaksanakan, Selasa (30/5) di dua lokasi terpisah yaitu Kampus Buket Indah (BI) Lhokseumawe dan kampus Reuleut Aceh Utara.

Kepala Biro Kemahasiswaan Unimal Arief Rahman menjelaskan, SBMPTN tahun ini ikuti oleh 3.307 peserta dari seluruh Indonesia. Untuk kelompok Ujian Sosial Humaniora (Soshum) ujiannya berlangsung di Kampus BI sementra Kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Campuran  mengikuti ujian di Kampus Releut Aceh Utara.

“ Jangan lupa bawa kartu peserta, bagi lulusan tahun 2016 membawa Surat Keterangan Lulus atau SKL, sementara untuk yang lulus tahun 2014 dan 2015 wajib bawa ijazah yang telah legalisir berstempel basah” Ujar Arief mengingatkan.


Arief Rahman menegaskan, ujian di mulai jam 07.30 WIB, jam 07.00 tepat peserta sudah harus berada di dalam kelas. Materi ujian tulis ini sesuai dengan pilihan perserta, matematika, Biologi, kimia dan fisika untuk kelompok saintek sementara untuk kelompok Soshum akan di uji dengan materi Sosiologi, sejarah,geografi dan Ekonomi.(ZS)

T. Sofianus: Proses Penerimaan Siswa Baru Harus Terbuka

Wakil Ketua DPRK  Lhokseumawe di dampingi Anggota Komisi D Taslim A Rani Fhoto :Ist (Sumber : Jurnal Atjeh)

Lhokseumawe - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, minta dinas pendidikan setempat, agar transparan dalam proses penerimaan siswa baru ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya di Kota Lhokseumawe.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Dua DPRK Lhokseumawe, T. Sofianus alias Pon Cek, pihaknya telah menegaskan kepada kepala dinas terkait, ketika proses penerimaan siswa tahun ajaran 2016-2017 diharapkan tidak ada terjadinya indikasi kecurangan disemua lini, seperti suap menyuap dan surat rekomendasi dari orang tertentu, Senin (30/05).

Poncek menambahkan, disamping itu juga diharapkan kepada dinas pendidikan dan pihak sekolah dapat melakukan proses rekrutmen yang terbuka sesuai dengan aturan yang berlaku.

Lebih lanjut PonCek, menyebutkan bagi para wali murid dan calon siswa jangan menganggap seakan-akan SMA Negeri 1 dan SMP 1 serta beberapa sekolah lainnya merupakan sekolah favorit. Karena semua kualitas sekolah yang ada di kota Lhokseumawe itu sama-sama menggunakan standar Nasional yang di tentukkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Saat ini kami sedang berupaya bagaimana mengubah paradigma seperti itu bisa dihilangkan oleh sebagian kalangan masyarakat,” terang Poncek.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memberikan masukan kepada dinas pendidikan setempat, untuk bisa merubah paradigma masyarakat supaya jangan terlalu memilih sekolah tertentu.

“Artinya kualitas dan fasilitas sekolah yang lain juga sudah memadai, semua standar sekolah yang ada di Kota Lhokseumawe itu sama, tidak ada yang berbeda,” ungkap Poncek.

Disambung olehnya, DPRK Lhokseumawe khususnya Komisi D yang membidangi pendidikan akan melakukan pengawasan proses penerimaan siswa baru. Seandainya terdapat indikasi suap menyuap maka pihaknya akan melakukan proses secara hukum yang berlaku. (Zielva/ Ading)



Wapres JK : Seleksi Guru Harus Lebih Ketat

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, seleksi guru harus lebih ketat dibandingkan seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya. Photo/Ist

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, seleksi guru harus lebih ketat dibandingkan seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya. Pasalnya, tugas guru berat, yakni mencerdaskan bangsa.

"Guru itu tugasnya mencerdaskan bangsa, maka guru harus lebih cerdas dari siswa. Oleh karena itu, ujian guru harus lebih ketat dibandingkan lainnya," ujar Jusuf Kalla dalam seminar yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Jumat (27/5), seperti dikutip Antara.

Wapres menambahkan, karena beratnya tugas guru, maka guru honorer tidak bisa langsung diangkat menjadi guru PNS. Harus melalui pola seleksi.

"Demi mutu pendidikan, kita tidak bisa langsung angkat guru honorer sebagai PNS. Kalau langsung diangkat, nanti Pemda merekrut banyak guru honorer dan kemudian mengangkatnya jadi PNS tanpa memperhatikan mutu," papar dia.

Menurut dia, guru bukan seperti halnya Satpol PP yang tugasnya lebih banyak melakukan penertiban. "Guru bukan seperti Satpol PP yang asal tegak saja. Tapi mencerdaskan bangsa," katanya.

Wapres menambahkan, guru harus terus belajar dan tidak puas dengan ilmu yang sudah ada pada dirinya.

Permasalahan guru, lanjut dia, bukan terletak pada jumlah guru, tapi sistem penyaluran yang tidak merata. Imbasnya guru menumpuk di perkotaan, namun di desa mengalami kekurangan.

"Kami sedang memikirkan distribusi guru itu bisa lintas provinsi. Sehingga kami bisa lebih mudah menyelesaikan permasalahan guru," ucap Wapres.

Sekjen Kemdikbud, Didik Suhardi, mengatakan, salah satu jalan keluar dari permasalahan guru yang tidak merata adalah melalui program Guru Garis Depan. Program tersebut mengirimkan guru-guru terbaik untuk ditempatkan di sejumlah daerah terpencil, tertinggal, dan terluar. (antaranews.)

Menag: perkemahan Pramuka Nasional Madrasah strategis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencoba permainan bambu gila. (kemenag.go.id)

"Sejak puluhan tahun Pramuka memiliki sejarahnya tersendiri dan telah memberikan bukti nyata dalam pembentukan karakter dan pengembangan wawasan anak-anak muda kita dan sejumlah keterampilan dapat diaplikasikan ke masyarakat, tentu sangat diperlukan,"


Ambon - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai Perkemahan Pramuka Nasional Madrasah Ke-II di Liang Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku sangat strategis karena Pramuka sebuah gerakan di kalangan remaja dan pemuda.

"Sejak puluhan tahun Pramuka memiliki sejarahnya tersendiri dan telah memberikan bukti nyata dalam pembentukan karakter dan pengembangan wawasan anak-anak muda kita dan sejumlah keterampilan dapat diaplikasikan ke masyarakat, tentu sangat diperlukan," kata Menteri usai acara pembukaan, di Ambon, Rabu (25/5)

Menteri mengatakan, gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam mempersiapkan generasi muda untuk masa yang akan datang. Karena itu Kementerian Agama memandang bahwa Pramuka adalah sesuatu yang amat sangat strategis. 

"Gerakan pramuka tidak hanya dikembangkan di kalangan Madrasah, Santri, Perguruan Tinggi tetapi di semua tingkatan, apalagi dalam konteks kekinian semakin sedikit bahkan nyaris tidak ada lagi forum dimana para remaja kita berkumpul dari berbagai ragam suku, etnis, bahasa di penjuru wilayah Tanah Air kita bertemu bersama untuk saling mengenali dan berbagai di antara mereka," katanya.

Apalagi, kata Menteri pramuka banyak sekali berisi ajaran-ajaran yang semuanya mengacu pada Dasa Dharma nilai-nilai yang selama ini pertunjukan.

"Jadi, ini adalah kegiatan yang sangat strategis dan saya ingin menekan, bahwa kali ini sengaja kami pilih Maluku sebagai sebuah provinsi yang sangat kaya potensi lautnya, dan menunjukkan kepada remaja-remaja kita bahwa kekayaan alam kita sangat luar biasa, sehingga sudah saatnya kita harus lebih akrab dengan alam," pintanya.

"Kita sudah terlalu banyak menerima dari alam, maka saatnya kita juga memberi kepada alam yakni lingkungan yang kondusif supaya bisa hidup berkembang sebagaimana mestinya, tidak sebaliknya justru kita sudah banyak menerima dari alam, tetapi hutan-hutan dirusak, gunung-gunung digundul dan lautan dicemari," tandas Menteri.

"Jadi pada kesempatan ini perlu digaris bawahi bahwa sebagai generasi muda yang sadar lingkungan dalam konteks kekinian semakin penting untuk menjadi perhatian kita," tambahnya lagi. 

Menteri mengatakan ada beberapa kegiatan yang dikemas dalam perkemahan ini, untuk merespon tantangan dari remaja-remaja saat ini yang semakin kompleks, seperti ancaman terhadap narkoba, pornografi, minuman keras yang mudah diakses di mana-mana.

"Ini semua tidak semata kita mengandalkan lingkungan tetapi regulasi perlu ditingkatkan dan peran orangtua memberikan perhatian kepada perkembangan anak-anak remaja kita," kata Menteri. 

Oleh karena itu, Kementerian Agama memantapkan nilai-nilai yang selama ini telah dijaga dan dipelihara dengan baik oleh pramuka, dan tentu ada penambahan materi terkait dengan konteks, situasi dan kondisi kekinian.

"Prinsip-prinsip dasar nilai-nilai yang selama ini ditanamkan oleh Pramuka masih relevan bahkan memiliki tingkat urgensi dan relevansi yang semakin tinggi," ujar Menteri Lukman Hakim. (antaranews.com)

Menag: perkemahan Pramuka Nasional Madrasah strategis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencoba permainan bambu gila. (kemenag.go.id)

"Sejak puluhan tahun Pramuka memiliki sejarahnya tersendiri dan telah memberikan bukti nyata dalam pembentukan karakter dan pengembangan wawasan anak-anak muda kita dan sejumlah keterampilan dapat diaplikasikan ke masyarakat, tentu sangat diperlukan,"


Ambon - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai Perkemahan Pramuka Nasional Madrasah Ke-II di Liang Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku sangat strategis karena Pramuka sebuah gerakan di kalangan remaja dan pemuda.

"Sejak puluhan tahun Pramuka memiliki sejarahnya tersendiri dan telah memberikan bukti nyata dalam pembentukan karakter dan pengembangan wawasan anak-anak muda kita dan sejumlah keterampilan dapat diaplikasikan ke masyarakat, tentu sangat diperlukan," kata Menteri usai acara pembukaan, di Ambon, Rabu (25/5)

Menteri mengatakan, gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam mempersiapkan generasi muda untuk masa yang akan datang. Karena itu Kementerian Agama memandang bahwa Pramuka adalah sesuatu yang amat sangat strategis. 

"Gerakan pramuka tidak hanya dikembangkan di kalangan Madrasah, Santri, Perguruan Tinggi tetapi di semua tingkatan, apalagi dalam konteks kekinian semakin sedikit bahkan nyaris tidak ada lagi forum dimana para remaja kita berkumpul dari berbagai ragam suku, etnis, bahasa di penjuru wilayah Tanah Air kita bertemu bersama untuk saling mengenali dan berbagai di antara mereka," katanya.

Apalagi, kata Menteri pramuka banyak sekali berisi ajaran-ajaran yang semuanya mengacu pada Dasa Dharma nilai-nilai yang selama ini pertunjukan.

"Jadi, ini adalah kegiatan yang sangat strategis dan saya ingin menekan, bahwa kali ini sengaja kami pilih Maluku sebagai sebuah provinsi yang sangat kaya potensi lautnya, dan menunjukkan kepada remaja-remaja kita bahwa kekayaan alam kita sangat luar biasa, sehingga sudah saatnya kita harus lebih akrab dengan alam," pintanya.

"Kita sudah terlalu banyak menerima dari alam, maka saatnya kita juga memberi kepada alam yakni lingkungan yang kondusif supaya bisa hidup berkembang sebagaimana mestinya, tidak sebaliknya justru kita sudah banyak menerima dari alam, tetapi hutan-hutan dirusak, gunung-gunung digundul dan lautan dicemari," tandas Menteri.

"Jadi pada kesempatan ini perlu digaris bawahi bahwa sebagai generasi muda yang sadar lingkungan dalam konteks kekinian semakin penting untuk menjadi perhatian kita," tambahnya lagi. 

Menteri mengatakan ada beberapa kegiatan yang dikemas dalam perkemahan ini, untuk merespon tantangan dari remaja-remaja saat ini yang semakin kompleks, seperti ancaman terhadap narkoba, pornografi, minuman keras yang mudah diakses di mana-mana.

"Ini semua tidak semata kita mengandalkan lingkungan tetapi regulasi perlu ditingkatkan dan peran orangtua memberikan perhatian kepada perkembangan anak-anak remaja kita," kata Menteri. 

Oleh karena itu, Kementerian Agama memantapkan nilai-nilai yang selama ini telah dijaga dan dipelihara dengan baik oleh pramuka, dan tentu ada penambahan materi terkait dengan konteks, situasi dan kondisi kekinian.

"Prinsip-prinsip dasar nilai-nilai yang selama ini ditanamkan oleh Pramuka masih relevan bahkan memiliki tingkat urgensi dan relevansi yang semakin tinggi," ujar Menteri Lukman Hakim. (antaranews.com)

Menag buka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional di Ambon

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional di Ambon. (kemenag.go.id)

Ambon - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-2 di Bumi Perkemahan Pantai Liang Ambon, Rabu (25/5).

“Pramuka merupakan gerakan kebangkitan dan komitmen 'Praja Muda' untuk ambil bagian dalam misi pembangunan dan kemanusiaan. Gerakan Pramuka berkomitmen membangun generasi muda menjadi warga negara yang unggul dan bertanggung jawab,” pekik Menag saat memberikan sambutan pada pembukaan PPMN seperti dikutip kemenag.go.id.

Menurutnya,  Dasa Dharma Pramuka mengajarkan keterampilan, kedisiplinan, solidaritas, integritas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh insan pramuka. Nilai-nilai tersebut bisa menjadi modal penting dan prasyarat untuk unggul, maju dan berdaya saing.

Di hadapan sekira 800 siswa MTs yang merupakan generasi bansa, Menag mengingatkan bahwa ke depan, sudah tidak saatnya Indonesia mengandalkan Sumber Daya Alam. Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. “Maju tidaknya bangsa, ditentukan ketersediaan SDM yang unggul. PPMN harus menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang inklusif, toleran, unggul, disiplin, terampil, kreatif, produktif, inovatif dan berintegritas,” tegasnya.

Menag mengapresiasi gelaran PPMN  dengan nuansa  laut. Sebab,  Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi kelautan dan kemaritiman yang luar biasa.

Ketua Panitia PPMN, Kamaruddin Amin menyatakan, perkemahan dengan nuansa  laut  baru pertama kali dilakukan. Dalam PPMN ini, para peserta yang merupakan siswa MTs (penggalang) dari seluruh Indonesia, akan melakukan 8 kegiatan, antara lain: penguatan wawasan dan ketrampilan, petualangan, keagamaan, dan kepramukaan.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Asaggaff menyatakan, Maluku sebagai salah satu wilayah kepulauan di Indonesia siap mendukung Pemerintah untuk mengembalikan paradigma Pembangunan Nasional yang berorientasi ke lautan (Maritim). “Maluku telah mempersiapkan diri dan siap menjadi lumbung Ikan Nasolional,” tegas Gubernur.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku, pimpinan Kabupaten/kota se Maluku, TNI/Polri, Kwarnas dan masyarakat Ambon. Hadir pula Kabalitbang dan Diklat Kamenag, seluruh Kakanwil Kemenag se-Indonesia, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, dan Kepala Biro Umum Syafrizal. 

PPMN ini diikuti 858 peserta dari seluruh Indonesia. Tiap provinsi mengirim dua regu penggalang, putera dan puteri dengan 9 anggota untuk setiap regu. Selain itu, ada juga dua regu dari 11 Kabupaten/Kota dari Provinsi Maluku.

Seremonial Pembukaan PPMN yang akan berlangsung hingga tanggal 28 Mei ini dimeriahkan dengan  pelepasan 3.047 tukik (anak penyu) ke Pantai Liang yang memecahkan rekor MURI dan penanaman 3.000 pohon. (antaranews.com)

Menag buka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional di Ambon

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional di Ambon. (kemenag.go.id)

Ambon - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-2 di Bumi Perkemahan Pantai Liang Ambon, Rabu (25/5).

“Pramuka merupakan gerakan kebangkitan dan komitmen 'Praja Muda' untuk ambil bagian dalam misi pembangunan dan kemanusiaan. Gerakan Pramuka berkomitmen membangun generasi muda menjadi warga negara yang unggul dan bertanggung jawab,” pekik Menag saat memberikan sambutan pada pembukaan PPMN seperti dikutip kemenag.go.id.

Menurutnya,  Dasa Dharma Pramuka mengajarkan keterampilan, kedisiplinan, solidaritas, integritas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh insan pramuka. Nilai-nilai tersebut bisa menjadi modal penting dan prasyarat untuk unggul, maju dan berdaya saing.

Di hadapan sekira 800 siswa MTs yang merupakan generasi bansa, Menag mengingatkan bahwa ke depan, sudah tidak saatnya Indonesia mengandalkan Sumber Daya Alam. Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. “Maju tidaknya bangsa, ditentukan ketersediaan SDM yang unggul. PPMN harus menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang inklusif, toleran, unggul, disiplin, terampil, kreatif, produktif, inovatif dan berintegritas,” tegasnya.

Menag mengapresiasi gelaran PPMN  dengan nuansa  laut. Sebab,  Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi kelautan dan kemaritiman yang luar biasa.

Ketua Panitia PPMN, Kamaruddin Amin menyatakan, perkemahan dengan nuansa  laut  baru pertama kali dilakukan. Dalam PPMN ini, para peserta yang merupakan siswa MTs (penggalang) dari seluruh Indonesia, akan melakukan 8 kegiatan, antara lain: penguatan wawasan dan ketrampilan, petualangan, keagamaan, dan kepramukaan.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Asaggaff menyatakan, Maluku sebagai salah satu wilayah kepulauan di Indonesia siap mendukung Pemerintah untuk mengembalikan paradigma Pembangunan Nasional yang berorientasi ke lautan (Maritim). “Maluku telah mempersiapkan diri dan siap menjadi lumbung Ikan Nasolional,” tegas Gubernur.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku, pimpinan Kabupaten/kota se Maluku, TNI/Polri, Kwarnas dan masyarakat Ambon. Hadir pula Kabalitbang dan Diklat Kamenag, seluruh Kakanwil Kemenag se-Indonesia, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, dan Kepala Biro Umum Syafrizal. 

PPMN ini diikuti 858 peserta dari seluruh Indonesia. Tiap provinsi mengirim dua regu penggalang, putera dan puteri dengan 9 anggota untuk setiap regu. Selain itu, ada juga dua regu dari 11 Kabupaten/Kota dari Provinsi Maluku.

Seremonial Pembukaan PPMN yang akan berlangsung hingga tanggal 28 Mei ini dimeriahkan dengan  pelepasan 3.047 tukik (anak penyu) ke Pantai Liang yang memecahkan rekor MURI dan penanaman 3.000 pohon. (antaranews.com)

Anies : Pendidikan di Finlandia Mirip Prinsip Ki Hajar Dewantara

Anies Baswedan (Okezone.com)
Yogyakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menilai pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Ki Hajar Dewantara.

"Pertanyaan yang muncul apakah kita yang di dunia pendidikan sudah menerapkan Tut Wuri Handayani atau hanya sekadar membaca prinsip itu saja," ujar Anies usai ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Taman Makam Wijaya Brata, Yogyakarta, Kamis (19/5).

Ia menilai selama ini, sistem pendidikan di Indonesia lebih banyak mengimpor dari luar negeri, ketimbang menerapkan prinsip Ki Hajar Dewantara. Padahal, Ki Hajar adalah pemikir pendidikan yang bisa menyelaraskan nilai adat budaya dengan nilai modern perubahan zaman.

Ia mengungkapkan prinsip yang ditekankan Ki Hajar justru sama persis dengan sistem pendidikan di negara yang pendidikannya berkembang baik. "Finlandia misalnya, prinsip pendidikannya sama persis dengan Ki Hajar, dan negara itu sangat maju pendidikannya," kata Anies.

Ia juga menuturkan maksud dari ziarah yang dilakukan adalah untuk mengingatkan ada anak bangsa yang usia pikirannya melampaui raganya, serta ada contoh orang yang bekerja untuk pendidikan. "Tanggung jawab kita membuat ini lebih operasional," ucap Anies 

Sumber : Detik.com
(MS)

Top