ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Gadis Cantik Berjilbab Ini Terpilih Jadi Ratu di Sekolah Amerika Serikat

Remaja wanita muslim, Zarifeh Shalabi, mendapatkan dukungan dari teman-teman sekolah sehingga terpilih menjadi Prom Queen.Photo/NYTIME.COM

Amerika Serikat - Usai tersangka pelaku serangan teroris di San Bernardino, California, AS, tahun 2015 silam dirilis mengenakan hijab oleh sebagian besar televisi di Amerika Serikat, Zarifeh Shalabi, ibunya, dan tantenya takut keluar rumah.

Pasalnya, rumah keluarga Shalabi hanya berjarak beberapa mil dari lokasi kejadian yang menewaskan 14 korban. Keluarga Shalabi takut menjadi korban para anti-muslim di Negara Adikuasa tersebut.

Kejadian tersebut memberikan pengaruh signifikan pada kehidupan keluarga Shalabi. Mereka bercerita pernah suatu hari saat berjalan-jalan di mal, sejumlah ibu menjauhkan anak-anak mereka berjalan dekat keluarga Shalabi. “Kami takut seseorang akan melukai kami,” ujar Zarifeh.

Namun, kejadian tersebut tidak mempengaruhi kehidupan Zarifeh di Summit High School. Bahkan, bulan ini, Zarifeh terpilih sebagai Prom Queen, sebuah gelar yang idamkan banyak remaja perempuan AS. Zarifeh mengaku tidak tahu bahwa teman-temannya mendaftarkan namanya sebagai nominasi Prom Queen.

Seluruh teman-teman Zarifeh, bahkan mengenakan kerudung beberapa minggu ke sekolah untuk memberikan dukungan padanya. “Kami melihat kesempatan untuk berbuat baik untuk Zarifeh, sesuatu yang merepresentasikan sesuatu yang bagus,” jelas Sarahi Sanchez, teman Zarifeh. “Cara ini untuk membuktikan bahwa kami tidak punya masalah dengan ras dan melakukan bully,” imbuhnya.

Akhirnya, Zarifeh berhasil terpilih sebagai Prom Queen. Kemenangannya ini, kata Zarifeh, merupakan bukti bahwa tidak semua muslim itu harus dikhawatirkan. “Mereka tidak melihatku sebagai ancaman, mereka menganggapku sebagai teman,” jelasnya.

Zarifeh mengatakan bahwa dirinya tidak bermimpi menjadi Prom Queen. Sebab, dia pun tidak tahu apakah bisa datang ke acara pesta dansa akhir sekolah. Sebab, sebagai seorang muslimah, keluarganya memiliki aturan untuk tidak sering pergi keluar rumah dan membatasi pertemanan dengan teman lelaki.

Selama masa sekolah, Zarifeh mengaku, tidak boleh datang ke pesta ulangtahun teman, menginap di rumah teman, dan tidak pernah diizinkan bertandang ke pesta dansa di sekolah.

Jadi, ketika dia tahu telah didaftarkan sebagai nominasi, dia lebih khawatir untuk mendapatkan izin menghadiri pesta dansa akhir sekolah ketimbang terpilih menjadi Prom Queen. Teman-teman Zarifeh tak henti memberikan dukungan.


Zarifeh Shalabi dan teman-teman sekolahnya. (NYTIME.COM)
Sejumlah temannya, bahkan mengenakan kerudung sebelum pesta dansa. Lalu, waktu pagi di hari pesta dansa, seluruh temannya membagikan kerudung warna-warni pada seluruh teman satu angkatan.

Manal Haifa, ibu Zarifeh, menuturkan bahwa dirinya sangat terharu atas penghargaan yang diberikan oleh teman-teman putrinya tersebut. “Aku tidak tahu bahwa teman-temannya sangat mendukung dan menyayanginya,” jelas Manal.

Manal mengungkapkan, Zarifeh memohon untuk diberikan izin datang ke pesta akhir sekolah. “Kami adalah keluarga dengan tradisi lama, kami tidak memiliki budaya pesta,” sebutnya. Pada malam pesta akhir sekolah, Zarifeh memilih gaun cantik yang biasa dikenakan wanita Arab untuk menikah.

Namun, beberapa kali, mahkotanya sering tergelincir dari kerudung. Hal tersebut tak membuatnya mengeluh. Zarifeh memiliki solusi dengan cara meminjamkan mahkota kepada seluruh teman-temannya, supaya mereka juga merasakan mengenakan mahkota yang didambakan banyak remaja perempuan tersebut. (nytimes.com)

Gadis Cantik Berjilbab Ini Terpilih Jadi Ratu di Sekolah Amerika Serikat

Remaja wanita muslim, Zarifeh Shalabi, mendapatkan dukungan dari teman-teman sekolah sehingga terpilih menjadi Prom Queen.Photo/NYTIME.COM

Amerika Serikat - Usai tersangka pelaku serangan teroris di San Bernardino, California, AS, tahun 2015 silam dirilis mengenakan hijab oleh sebagian besar televisi di Amerika Serikat, Zarifeh Shalabi, ibunya, dan tantenya takut keluar rumah.

Pasalnya, rumah keluarga Shalabi hanya berjarak beberapa mil dari lokasi kejadian yang menewaskan 14 korban. Keluarga Shalabi takut menjadi korban para anti-muslim di Negara Adikuasa tersebut.

Kejadian tersebut memberikan pengaruh signifikan pada kehidupan keluarga Shalabi. Mereka bercerita pernah suatu hari saat berjalan-jalan di mal, sejumlah ibu menjauhkan anak-anak mereka berjalan dekat keluarga Shalabi. “Kami takut seseorang akan melukai kami,” ujar Zarifeh.

Namun, kejadian tersebut tidak mempengaruhi kehidupan Zarifeh di Summit High School. Bahkan, bulan ini, Zarifeh terpilih sebagai Prom Queen, sebuah gelar yang idamkan banyak remaja perempuan AS. Zarifeh mengaku tidak tahu bahwa teman-temannya mendaftarkan namanya sebagai nominasi Prom Queen.

Seluruh teman-teman Zarifeh, bahkan mengenakan kerudung beberapa minggu ke sekolah untuk memberikan dukungan padanya. “Kami melihat kesempatan untuk berbuat baik untuk Zarifeh, sesuatu yang merepresentasikan sesuatu yang bagus,” jelas Sarahi Sanchez, teman Zarifeh. “Cara ini untuk membuktikan bahwa kami tidak punya masalah dengan ras dan melakukan bully,” imbuhnya.

Akhirnya, Zarifeh berhasil terpilih sebagai Prom Queen. Kemenangannya ini, kata Zarifeh, merupakan bukti bahwa tidak semua muslim itu harus dikhawatirkan. “Mereka tidak melihatku sebagai ancaman, mereka menganggapku sebagai teman,” jelasnya.

Zarifeh mengatakan bahwa dirinya tidak bermimpi menjadi Prom Queen. Sebab, dia pun tidak tahu apakah bisa datang ke acara pesta dansa akhir sekolah. Sebab, sebagai seorang muslimah, keluarganya memiliki aturan untuk tidak sering pergi keluar rumah dan membatasi pertemanan dengan teman lelaki.

Selama masa sekolah, Zarifeh mengaku, tidak boleh datang ke pesta ulangtahun teman, menginap di rumah teman, dan tidak pernah diizinkan bertandang ke pesta dansa di sekolah.

Jadi, ketika dia tahu telah didaftarkan sebagai nominasi, dia lebih khawatir untuk mendapatkan izin menghadiri pesta dansa akhir sekolah ketimbang terpilih menjadi Prom Queen. Teman-teman Zarifeh tak henti memberikan dukungan.


Zarifeh Shalabi dan teman-teman sekolahnya. (NYTIME.COM)
Sejumlah temannya, bahkan mengenakan kerudung sebelum pesta dansa. Lalu, waktu pagi di hari pesta dansa, seluruh temannya membagikan kerudung warna-warni pada seluruh teman satu angkatan.

Manal Haifa, ibu Zarifeh, menuturkan bahwa dirinya sangat terharu atas penghargaan yang diberikan oleh teman-teman putrinya tersebut. “Aku tidak tahu bahwa teman-temannya sangat mendukung dan menyayanginya,” jelas Manal.

Manal mengungkapkan, Zarifeh memohon untuk diberikan izin datang ke pesta akhir sekolah. “Kami adalah keluarga dengan tradisi lama, kami tidak memiliki budaya pesta,” sebutnya. Pada malam pesta akhir sekolah, Zarifeh memilih gaun cantik yang biasa dikenakan wanita Arab untuk menikah.

Namun, beberapa kali, mahkotanya sering tergelincir dari kerudung. Hal tersebut tak membuatnya mengeluh. Zarifeh memiliki solusi dengan cara meminjamkan mahkota kepada seluruh teman-temannya, supaya mereka juga merasakan mengenakan mahkota yang didambakan banyak remaja perempuan tersebut. (nytimes.com)

Subhanallah, Gadis Tuna Netra Ini Hafal 30 Juz Alquran


Ustad Yusuf Mansur bersama Ayu Fajar Lestari (Sangpencerah.com)

Pelita8.Com - Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk beribadah di jalan Allah. Pesan itulah yang tercermin dari gadis penyandang tuna netra asal Ponorogo bernama Ayu Fajar Lestari.

Bersama sang nenek, gadis kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Aisyiyah Ponorogo itu tak kehilangan semangat untuk menghafalkan ayar-ayat suci Alquran. Bahkan di usianya yang masih belia, dia telah mampu menghafal 30 juz Alquran.

Prestasi Ayu dibidang Alquran tak sembarangan. Dia bahkan pernah menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tetapi, pada Rabu, 11 Mei 2016 lalu, Ayu menunjukkan rasa bahagianya. Sebab, ia berkesempatan untuk bertemu Ustaz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Ponorogo.

Dalam pertemuan itu ada peristiwa mengejutkan. Pasalnya, rasa haru justru terlihat pada diri Ustaz Yusuf Mansyur. Ini lantaran.... Untuk selengkapnya klik di sini. (dream.co.id)

Subhanallah, Gadis Tuna Netra Ini Hafal 30 Juz Alquran


Ustad Yusuf Mansur bersama Ayu Fajar Lestari (Sangpencerah.com)

Pelita8.Com - Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk beribadah di jalan Allah. Pesan itulah yang tercermin dari gadis penyandang tuna netra asal Ponorogo bernama Ayu Fajar Lestari.

Bersama sang nenek, gadis kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Aisyiyah Ponorogo itu tak kehilangan semangat untuk menghafalkan ayar-ayat suci Alquran. Bahkan di usianya yang masih belia, dia telah mampu menghafal 30 juz Alquran.

Prestasi Ayu dibidang Alquran tak sembarangan. Dia bahkan pernah menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tetapi, pada Rabu, 11 Mei 2016 lalu, Ayu menunjukkan rasa bahagianya. Sebab, ia berkesempatan untuk bertemu Ustaz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Ponorogo.

Dalam pertemuan itu ada peristiwa mengejutkan. Pasalnya, rasa haru justru terlihat pada diri Ustaz Yusuf Mansyur. Ini lantaran.... Untuk selengkapnya klik di sini. (dream.co.id)

Tahun 2016, Hasil UN SMA Di Lhokseumawe Turun Drastis

Ilustrasi Ujian Nasional (UN) Di Lhokseumawe @M. Sikumbang

Pelita8, Lhokseumawe- Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Lhokseumawe, dilaporkan menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

“Semua siswa lulus dari Ujian Nasional (UN), namun secara nasional kita nilainya turun,” kata Rusli, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Lhokseumawe, kepada Pelita8.com, Kamis kemarin.

Rusli membantah jika penurunan itu hanya terjadi di daerahnya, namun juga dialami oleh sejumlah kota/kabupaten di Aceh lainnya.

Menurut Rusli, penyebab turunnya tersebut adalah karena UN tahun 2016, Aceh baru menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “ Dalam hal ini, kita masih sangat baru, siswa kita belum terbiasa ujian dengan sistem (UNBK) tersebut, tentunya pasti ada kekurangan dan kelemahan-kelemahan,” tambah Rusli.

Tak hanya itu, menurut Rusli, faktor penyebab menurunnya nilai kelulusan secara nasional adalah tingkat kepedulian yang masih kurang. Partisipasi dan kepedulian masyarakat, para orang tua  dan siswa sendiri kata Rusli masih belum meningkat.

Dulu, kata Rusli, kelulusan ditentukan oleh hasil ujian nasional, namun saat ini kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing.

Rusli berharap kedepan, partisipasi dan kepedulian masyarakat, orang tua dan terutama siswa semakin meningkat. Katanya, pihaknya juga sudah meminta seluruh sekolah untuk melakukan persiapan untuk UNBK sejak awal tahun ajaran. ()



Tahun 2016, Hasil UN SMA Di Lhokseumawe Turun Drastis

Ilustrasi Ujian Nasional (UN) Di Lhokseumawe @M. Sikumbang

Pelita8, Lhokseumawe- Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Lhokseumawe, dilaporkan menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

“Semua siswa lulus dari Ujian Nasional (UN), namun secara nasional kita nilainya turun,” kata Rusli, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Lhokseumawe, kepada Pelita8.com, Kamis kemarin.

Rusli membantah jika penurunan itu hanya terjadi di daerahnya, namun juga dialami oleh sejumlah kota/kabupaten di Aceh lainnya.

Menurut Rusli, penyebab turunnya tersebut adalah karena UN tahun 2016, Aceh baru menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “ Dalam hal ini, kita masih sangat baru, siswa kita belum terbiasa ujian dengan sistem (UNBK) tersebut, tentunya pasti ada kekurangan dan kelemahan-kelemahan,” tambah Rusli.

Tak hanya itu, menurut Rusli, faktor penyebab menurunnya nilai kelulusan secara nasional adalah tingkat kepedulian yang masih kurang. Partisipasi dan kepedulian masyarakat, para orang tua  dan siswa sendiri kata Rusli masih belum meningkat.

Dulu, kata Rusli, kelulusan ditentukan oleh hasil ujian nasional, namun saat ini kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing.

Rusli berharap kedepan, partisipasi dan kepedulian masyarakat, orang tua dan terutama siswa semakin meningkat. Katanya, pihaknya juga sudah meminta seluruh sekolah untuk melakukan persiapan untuk UNBK sejak awal tahun ajaran. ()



Cerdaskan Anak, Mahasiswa KKN Ciptakan Software Berbasis Pembelajaran Interaktif


 
Ilustrasi sebuah Software pada komputer maupun Laptop (Foto : firrizqiblogger.blogspot.com)
Pelita8, Lhoksukon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unimal berposko di Desa Matang Janeng, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara ciptakan software berbasis pembelajaran interaktif untuk mengajarkan anak-anak di desa binaannya.

“Software atau sebuah perangkat dalam komputerisasi ini diciptakam berupa sebuah game quis dengan beberapa kategori pelajaran di dalamnya. Awalnya, ide pembuatan software ini di rakit melihat kurangnya minat belajar anak-anak dalam belajar,terutama dalam pelajaran matematika dan bahasa inggris,” Cut Rismayanti, Humas KKN desa setempat kepada Pelita8.com, Selasa 10 Mei 2016.

Risma menambahkan hasil dari rakitan tersebut,  mereka (anak-red) tampak antusias saat melihat game di laptop mahasiswa oleh karena itu software pembelajaran interaktif ini di ciptakan secara baik dan berguna.

Asyraf Akmal, selaku perakit game pada software ini mengatakan antusias anak-anak sangat tinggi untuk bermain game, bahkan mereka tidak sadar sedang mendapatkan ilmu saat memainkan game yang pihaknya buat.

"Software ini baru versi 1.0 , jika mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat kemungkinan kita akan buat versi selanjutnya dengan tambahan kategori pelajaran. Kita juga terbuka jika ada request dari pihak lain terhadap game ini" imbuhnya lagi,” kata Asyraf

Selain itu, Ananda Ditha SN,  selaku desainer UI software ini mengatakan game tersebut sengaja dibuat untuk  komputer maupun  laptop agar lebih efektif dalam pemaparannya ke anak-anak dan sengaja tidak kita pakai suara agar ringan di download oleh tempat-tempat yang minim jaringan.

“Software pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak dengan cara yang menyenangkan,” sebut  Ananda

Ananda menyebutkan softwere pembelajaran interaktif ini dapat di download https://www.dropbox.com/s/5b9v6t82u65btvl/Belajar%20Pintar.rar?dl=0. ()



Penulis : Cut Rismayanti
Editor   : M. Sikumbang



Cerdaskan Anak, Mahasiswa KKN Ciptakan Software Berbasis Pembelajaran Interaktif


 
Ilustrasi sebuah Software pada komputer maupun Laptop (Foto : firrizqiblogger.blogspot.com)
Pelita8, Lhoksukon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unimal berposko di Desa Matang Janeng, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara ciptakan software berbasis pembelajaran interaktif untuk mengajarkan anak-anak di desa binaannya.

“Software atau sebuah perangkat dalam komputerisasi ini diciptakam berupa sebuah game quis dengan beberapa kategori pelajaran di dalamnya. Awalnya, ide pembuatan software ini di rakit melihat kurangnya minat belajar anak-anak dalam belajar,terutama dalam pelajaran matematika dan bahasa inggris,” Cut Rismayanti, Humas KKN desa setempat kepada Pelita8.com, Selasa 10 Mei 2016.

Risma menambahkan hasil dari rakitan tersebut,  mereka (anak-red) tampak antusias saat melihat game di laptop mahasiswa oleh karena itu software pembelajaran interaktif ini di ciptakan secara baik dan berguna.

Asyraf Akmal, selaku perakit game pada software ini mengatakan antusias anak-anak sangat tinggi untuk bermain game, bahkan mereka tidak sadar sedang mendapatkan ilmu saat memainkan game yang pihaknya buat.

"Software ini baru versi 1.0 , jika mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat kemungkinan kita akan buat versi selanjutnya dengan tambahan kategori pelajaran. Kita juga terbuka jika ada request dari pihak lain terhadap game ini" imbuhnya lagi,” kata Asyraf

Selain itu, Ananda Ditha SN,  selaku desainer UI software ini mengatakan game tersebut sengaja dibuat untuk  komputer maupun  laptop agar lebih efektif dalam pemaparannya ke anak-anak dan sengaja tidak kita pakai suara agar ringan di download oleh tempat-tempat yang minim jaringan.

“Software pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak dengan cara yang menyenangkan,” sebut  Ananda

Ananda menyebutkan softwere pembelajaran interaktif ini dapat di download https://www.dropbox.com/s/5b9v6t82u65btvl/Belajar%20Pintar.rar?dl=0. ()



Penulis : Cut Rismayanti
Editor   : M. Sikumbang




Top