Mahasiswa melakukan aksi demo memperingati hari Buruh di Lhokseumawe (Foto: M. Sikumbang) |
Pelita8, Lhokseumawe- Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lhokseumawe, melakukan aksi demonstrasi memperingati hari buruh, Minggu (1/5). Massa meminta pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap kesejahteraan buruh dan para pelaku industri rumah tangga.
Data dihimpun Pelita8.com, puluhan mahasiswa berkumpul sejak pukul 09.00 Wib. Massa kemudian melakukan aksi longmarch dan menyuarakan aspirasinya di depan Tugu rencong, Kuta Blang dan di depan Kantor Pos Lhokseumawe, selama hampir dua jam.
Dalam orasinya, para mahasiswa meminta Presiden Jokowi lebih memperhatikan sektor industri rumah tangga dan pertanian. Hal tersebut katanya sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghapus ketergantungan terhadap modal asing.
“Adanya MEA ini, ASEAN telah mengikuti prinsip-prinsip ekonomi neoliberal. Jalan ekonomi yang digunakan berorientasi keluar, daya saing tak berkeadilan, mekanisme pasar yang kejam dan tunduk pada aturan-aturan lembaga internasional penganut kapitalisme dan neoliberalisme,” kata Arif Rizky, Koordinator aksi.
Tak hanya itu, para mahasiswa juga meminta pemerintah untuk mencabut pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia. Menurut para mahasiswa prinsip ekonomi MEA dapat menghancurkan kekuatan ekonomi masyarakat Indonesia.
“Presiden Jokowi harus memberikan perhatian khusus kepada pelaku industri rumah tangga dan sektor pertanian. Pemerintah sudah seharusnya mengambil kebijakan untuk membangun industri nasional sesuai dengan pasal 33 dalam UUD 1945,” pungkas Arief.()
Tidak ada komentar: