ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Tangan Kreatif Mahasiwa 'Sulap' Limbah Buah menjadi Pupuk Organik Cair"


Mahasiswi KKN di desa Lhok Euncien Kecamatan Baktiya Barat Aceh Utara, mempraktekan cara mengolah buah-buahan busuk menjadi pupuk organik cair (Foto : Rosy)

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN memberi pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah kepada ibu-ibu rumah tangga didesa Lhok Euncien, Baktiya Barat Aceh Utara, Senin (16/2)

Buah-buahan membusuk cukup banyak, masyarakat membuangnya  begitu saja sehingga menjadi limbah yang tak berguna, padahal bisa di olah menjadi pupuk organik cair” ungkap Ainul Mardhiah, mahasiswi Agro Teknologi Universitas Malikussaleh sekaligus kordinator program kegiatan tersebut.

Produk pupuk organik cair ini nantinya bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang  sudah kritis. Pupuk cair ini dibuat dengan tambahan bahan yang mudah didapatkan warga.

“Masyarakat hanya memerlukan buah-buahan busuk, air beras, gula merah, air kelapa, dan ragi. Buah-buahan busuk dihaluskan dan di masukkan ke wadah yang tertutup untuk difermentasi selama seminggu lamanya” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan selain bisa membuka peluang penambahan pendapatan ibu rumah tangga di desa setempat, juga mendorong penyelamatan lingkungan dari tumpukan sampah buah.

@Rosy.66.Lhok Euncien Baktiya Barat - Aceh Utara
Editor:ZulSyarif

Tangan Kreatif Mahasiwa 'Sulap' Limbah Buah menjadi Pupuk Organik Cair"


Mahasiswi KKN di desa Lhok Euncien Kecamatan Baktiya Barat Aceh Utara, mempraktekan cara mengolah buah-buahan busuk menjadi pupuk organik cair (Foto : Rosy)

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN memberi pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah kepada ibu-ibu rumah tangga didesa Lhok Euncien, Baktiya Barat Aceh Utara, Senin (16/2)

Buah-buahan membusuk cukup banyak, masyarakat membuangnya  begitu saja sehingga menjadi limbah yang tak berguna, padahal bisa di olah menjadi pupuk organik cair” ungkap Ainul Mardhiah, mahasiswi Agro Teknologi Universitas Malikussaleh sekaligus kordinator program kegiatan tersebut.

Produk pupuk organik cair ini nantinya bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang  sudah kritis. Pupuk cair ini dibuat dengan tambahan bahan yang mudah didapatkan warga.

“Masyarakat hanya memerlukan buah-buahan busuk, air beras, gula merah, air kelapa, dan ragi. Buah-buahan busuk dihaluskan dan di masukkan ke wadah yang tertutup untuk difermentasi selama seminggu lamanya” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan selain bisa membuka peluang penambahan pendapatan ibu rumah tangga di desa setempat, juga mendorong penyelamatan lingkungan dari tumpukan sampah buah.

@Rosy.66.Lhok Euncien Baktiya Barat - Aceh Utara
Editor:ZulSyarif

Unik, Ternyata Kulit Semangka Bisa Jadi Manisan

Mahasiswa KKN Unimal, mengajarkan masyarakat mengolah semangka menjadi manisan (Foto : Rosy)

LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN0 Unimal mengolah kulit semangka menjadi manisan. Racikan ini diberikan  kepada masyarakat di gampong Lhok Euncien, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Rabu (18/05).

“Kita melakukan kegiatan daur ulang kulit buah semangka ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas warga, dan juga menciptakan suatu produk pengolahan limbah kulit buah semangka yang bermanfaat dan memiliki daya jual tinggi bagi masyarakat," kata Maida Saputri,  mahasiswa KKN di Desa setempat.

Menurut Maida, program ini merupakan suatu bentuk kreativitas dalam mengolah kulit semangka yang terbuang begitu saja, sehingga nantinya memilki nilai ekonomi, sehingga tanaman semangka banyak tumbuh di kebun warga.

"Produk manisan kulit buah semangka ini bermanfaat untuk meningkatkan jiwa bersaing dalam berwirausaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir ke depannya," pungkas Maida.

( Rosy/ Basyah).





Unik, Ternyata Kulit Semangka Bisa Jadi Manisan

Mahasiswa KKN Unimal, mengajarkan masyarakat mengolah semangka menjadi manisan (Foto : Rosy)

LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN0 Unimal mengolah kulit semangka menjadi manisan. Racikan ini diberikan  kepada masyarakat di gampong Lhok Euncien, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Rabu (18/05).

“Kita melakukan kegiatan daur ulang kulit buah semangka ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas warga, dan juga menciptakan suatu produk pengolahan limbah kulit buah semangka yang bermanfaat dan memiliki daya jual tinggi bagi masyarakat," kata Maida Saputri,  mahasiswa KKN di Desa setempat.

Menurut Maida, program ini merupakan suatu bentuk kreativitas dalam mengolah kulit semangka yang terbuang begitu saja, sehingga nantinya memilki nilai ekonomi, sehingga tanaman semangka banyak tumbuh di kebun warga.

"Produk manisan kulit buah semangka ini bermanfaat untuk meningkatkan jiwa bersaing dalam berwirausaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir ke depannya," pungkas Maida.

( Rosy/ Basyah).





Gampong Pande Harumkan Daerah Aceh

Hasil Kerajinan Gampong Pande @Tika

ACEH  UTARA - Gampong Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil rencong di daerah pesisir wilayah Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe). Kerajinan yang menjadi ikon provinsi paling barat itu sangat membantu mendulang pundi-pundi rupiah bagi para pengrajinnya.

"Desa tersebut jumlah penduduk nya kurang lebih 1200 penduduk Ada sekitar 80 persen penduduknya mendulang rupiah dari hasil membuat berbagai jenis rencong," kata Tika Pratiwi, Mahasiswa KKN Unimal di desa setempat kepada pelita8.com, Rabu (18/5). 

Kata Tika,  Gampong Pande dinobatkan menjadi juara 2 pandai besi tingkat nasional se-Indonesia pada 15 Agustus 2015 yang lalu di Jakarta. Saat itu diwakili oleh kelompok Kube Sejahtera yang diketuai oleh Bapak M.Yusuf dan wakilnya Bapak Amri namun sangat di sayangkan, masyarakat Aceh Utara sendiri tidak mengetahui hal tersebut.

Tika menambahkan, di tangan pengrajin pandai besi gampong Pande, logam dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi seperti pisau, alat-alat dapur, sabit, parang, cangkul, sekrup, rampagoe/alat pengupas pinang, senjata khas daerah, sangkur,  hingga pedang.

Hasil pengrajin ini dipasarkan ke seluruh wilayah Aceh sampai ke provinsi lain seperti Sumatera Utara.

@humas kkn unimal gampong Pande
editor: M.Sikumbang


Gampong Pande Harumkan Daerah Aceh

Hasil Kerajinan Gampong Pande @Tika

ACEH  UTARA - Gampong Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil rencong di daerah pesisir wilayah Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe). Kerajinan yang menjadi ikon provinsi paling barat itu sangat membantu mendulang pundi-pundi rupiah bagi para pengrajinnya.

"Desa tersebut jumlah penduduk nya kurang lebih 1200 penduduk Ada sekitar 80 persen penduduknya mendulang rupiah dari hasil membuat berbagai jenis rencong," kata Tika Pratiwi, Mahasiswa KKN Unimal di desa setempat kepada pelita8.com, Rabu (18/5). 

Kata Tika,  Gampong Pande dinobatkan menjadi juara 2 pandai besi tingkat nasional se-Indonesia pada 15 Agustus 2015 yang lalu di Jakarta. Saat itu diwakili oleh kelompok Kube Sejahtera yang diketuai oleh Bapak M.Yusuf dan wakilnya Bapak Amri namun sangat di sayangkan, masyarakat Aceh Utara sendiri tidak mengetahui hal tersebut.

Tika menambahkan, di tangan pengrajin pandai besi gampong Pande, logam dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi seperti pisau, alat-alat dapur, sabit, parang, cangkul, sekrup, rampagoe/alat pengupas pinang, senjata khas daerah, sangkur,  hingga pedang.

Hasil pengrajin ini dipasarkan ke seluruh wilayah Aceh sampai ke provinsi lain seperti Sumatera Utara.

@humas kkn unimal gampong Pande
editor: M.Sikumbang


Mahasiswa Bikin Film, Keuchik Dayah Baro ikut Shooting


Proses pengambilan gambar Film dokumenter di Gampong Dayah Baro  ( Foto: Ahmad Al Bastin )

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN di Gampong Dayah Baro kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara garap film dokumenter berjudul 30/14  kerja Prasarjana.

Selain memuat  profil desa Dayah Baro film ini juga menceritakan tentang kegiatan mahasiswa selama melakukan pengabdian di sini.

" Materinya tentang potensi desa juga menyangkut berbagai permasalahan yang kami potret selama 30 hari kami mengabdi disini, harapannya Dayah Baro bisa dikenal seantero Indonesia" tutur sutradara film ini Fauzan Syahputra, Minggu (15/5)

Keuchik Dayah Baro Usman AR sangat mendukung upaya mahasiswa yang memotret desanya dalam sebuah film.

" Saya apresiasi ke mahasiswa yang KKN di sini, dengan film ini pemerintah dapat melihat langsung kondisi desa kami dengan berbagai permasalahannya, semoga film dokumenter ini bisa menjadi semacam jembatan penghubung antarakami dan pemerintah daerah" ujar Usman.

Rencananya film dokumenter ini akan diputar pada malam penutupan KKN dihalaman meunasah gampong Dayah Baro pada 20 Mei mendatang, panitia akan menggelar nonton bareng bersama warga.
(Ahmad Al Bastin/zs)

Mahasiswa Bikin Film, Keuchik Dayah Baro ikut Shooting


Proses pengambilan gambar Film dokumenter di Gampong Dayah Baro  ( Foto: Ahmad Al Bastin )

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN di Gampong Dayah Baro kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara garap film dokumenter berjudul 30/14  kerja Prasarjana.

Selain memuat  profil desa Dayah Baro film ini juga menceritakan tentang kegiatan mahasiswa selama melakukan pengabdian di sini.

" Materinya tentang potensi desa juga menyangkut berbagai permasalahan yang kami potret selama 30 hari kami mengabdi disini, harapannya Dayah Baro bisa dikenal seantero Indonesia" tutur sutradara film ini Fauzan Syahputra, Minggu (15/5)

Keuchik Dayah Baro Usman AR sangat mendukung upaya mahasiswa yang memotret desanya dalam sebuah film.

" Saya apresiasi ke mahasiswa yang KKN di sini, dengan film ini pemerintah dapat melihat langsung kondisi desa kami dengan berbagai permasalahannya, semoga film dokumenter ini bisa menjadi semacam jembatan penghubung antarakami dan pemerintah daerah" ujar Usman.

Rencananya film dokumenter ini akan diputar pada malam penutupan KKN dihalaman meunasah gampong Dayah Baro pada 20 Mei mendatang, panitia akan menggelar nonton bareng bersama warga.
(Ahmad Al Bastin/zs)

Top